Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Pulau Miangas, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu (9/5/2026) dan berjanji akan merawat bandara serta memperbaiki puskesmas yang ada di pulau terluar paling utara Indonesia itu. Kunjungan ini menjadikannya kepala negara kedua yang menginjakkan kaki di wilayah perbatasan tersebut setelah Presiden ke-7 Joko Widodo.
Dalam sambutannya di SMKN 2 Talaud, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat masyarakat setempat. Ia mengaku sengaja datang untuk melihat langsung kondisi Pulau Miangas yang berbatasan langsung dengan Filipina. “Saya baru saja dari Filipina, ternyata cukup dekat dari Filipina. Kita bersyukur, saya presiden kedua yang sudah ke Miangas, Pak Jokowi sudah ke sini,” ujarnya.
Presiden menegaskan komitmennya untuk memelihara Bandara Pulau Miangas yang diresmikan oleh pendahulunya. Namun, perhatian utama dalam kunjungan kali ini tertuju pada kondisi fasilitas kesehatan yang memprihatinkan. Prabowo mengungkapkan bahwa Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan keluhan langsung kepadanya saat meninjau lokasi.
“Pak Jokowi resmikan bandara. Saya nanti akan perbaiki atau memelihara lebih bagus lagi dan saya tadi lihat beberapa tempat puskesmas, tadi Menkes bisik-bisik ke saya ‘Pak sekian tahun sejak zaman Pak Harto, puskesmas belum pernah diperbaiki’. Kita perbaiki, semua puskesmas di Indonesia segera,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa puskesmas di Miangas tidak pernah mengalami renovasi berarti sejak era pemerintahan Presiden Soeharto. Kondisi ini menjadi sorotan mengingat posisi strategis pulau tersebut sebagai garda terdepan kedaulatan negara di kawasan perbatasan.
Presiden tiba di Bandara Pulau Miangas pukul 09.50 WIB dengan mengenakan baju safari krem dan topi biru. Ia disambut oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, serta Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Tony Hardjono.
Artikel Terkait
Mantan Atasan Jadi Kunci Penyerahan Diri Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Sadis di Bandung
Kadin Dorong Sekolah Vokasi di Kawasan Industri agar Lulusan Langsung Terserap Pasar Kerja
Inggris Catat Rekor Suhu 35,8 Derajat Celcius, Peringatan Panas Ekstrem Dikeluarkan
USM Tembus Lima Besar Dunia dalam Peringkat Keberlanjutan THE 2026