Inggris Catat Rekor Suhu 35,8 Derajat Celcius, Peringatan Panas Ekstrem Dikeluarkan

- Kamis, 25 Juni 2026 | 00:05 WIB
Inggris Catat Rekor Suhu 35,8 Derajat Celcius, Peringatan Panas Ekstrem Dikeluarkan

Gelombang panas ekstrem kembali melanda Eropa. Inggris mencatat rekor suhu terpanas untuk bulan ini, memecahkan rekor sebelumnya yang bertahan selama setengah abad. Otoritas setempat mencatat suhu di wilayah selatan Inggris mencapai 35,8 derajat Celcius pada Rabu (24/6/2026), melampaui rekor 35,6 derajat Celcius yang tercatat pada tahun 1976.

Ini adalah bulan kedua berturut-turut Inggris memecahkan rekor suhu historis. Para ilmuwan memperingatkan bahwa perubahan iklim membuat peristiwa cuaca ekstrem seperti gelombang panas menjadi lebih sering dan lebih intens. Data sementara dari Kantor Meteorologi Inggris mencatat suhu 35,8 derajat Celcius di Wiggonholt, barat daya London. Angka itu diyakini masih bisa bertambah ketika lebih banyak data masuk pada hari yang sama. Sebelumnya, rekor juga sempat tercatat di dekat Bandara Gatwick, selatan London, dengan suhu 35,7 derajat Celcius.

Kantor Meteorologi Inggris telah mengeluarkan peringatan merah "panas ekstrem" yang jarang dikeluarkan untuk sebagian wilayah tengah dan selatan Inggris serta Wales. Peringatan itu berlaku untuk Rabu dan Kamis, dan kemudian diperpanjang hingga menjelang tengah malam.

Dampak panas ekstrem mulai terasa di berbagai sektor. Ratusan sekolah di Inggris memutuskan untuk menutup sebagian atau seluruh kegiatan selama puncak gelombang panas. Kekhawatiran muncul dari guru dan orang tua yang menilai bangunan sekolah tua di Inggris tidak siap menghadapi musim panas yang semakin hangat. Layanan kereta api juga terdampak. Sejumlah perusahaan kereta api terpaksa mengurangi jadwal perjalanan untuk mengantisipasi gangguan infrastruktur akibat suhu tinggi, dan mendesak penumpang untuk tidak bepergian kecuali benar-benar diperlukan.

Warga London, Yana Markevich, menggambarkan tinggal di apartemennya tanpa pendingin udara sebagai sebuah "perjuangan". Ia telah meluncurkan petisi untuk melonggarkan peraturan bagi pemilik rumah agar bisa memasang pendingin udara, yang masih jarang ditemukan di rumah-rumah di Inggris. Markevich mengaku telah memasang AC portabel dan menutup jendela sebagai persiapan menghadapi gelombang panas.

"Saya pikir cepat atau lambat Inggris harus menerima bahwa pendinginan yang layak menjadi bagian dari standar perumahan dasar," kata Markevich kepada AFP.

Di Museum Zoologi Grant, University College London, kurator Tannis Davidson mengatakan para peneliti sedang mempertimbangkan untuk "mengosongkan" stoples spesimen secara preventif. Langkah ini diambil setelah satu stoples spesimen pecah akibat panas tahun lalu. "Ini adalah warisan budaya kolektif kita yang harus kita khawatirkan, bukan hanya sekadar hidup (di tengah panas)," kata Davidson.

Kelompok kampanye lingkungan Greenpeace UK menyerukan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. "Musim panas tahun '76 mungkin terukir dalam ingatan bangsa, tetapi dengan cepat digantikan oleh gelombang panas yang bahkan lebih mengerikan," kata Angharad Hopkinson dari Greenpeace UK.

Dalam laporan yang diterbitkan pada hari Rabu, para ahli di Komite Perubahan Iklim memperingatkan pemerintah bahwa Inggris membutuhkan transisi yang lebih cepat ke mobil listrik dan pompa panas untuk memenuhi target emisi tahun 2030.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar