Neymar Pulih dan Siap Bela Brasil Lawan Skotlandia di Laga Penentu Grup C

- Kamis, 25 Juni 2026 | 00:15 WIB
Neymar Pulih dan Siap Bela Brasil Lawan Skotlandia di Laga Penentu Grup C

Kabar baik menghampiri Timnas Brasil jelang laga hidup mati melawan Skotlandia di babak penyisihan Grup C Piala Dunia 2026. Bintang senior mereka, Neymar, dinyatakan pulih dari cedera betis dan siap tampil dalam pertandingan yang akan digelar di Hard Rock Stadium, Miami, Kamis (25/6/2026) dini hari WIB.

Neymar Kembali Usai Absen Dua Laga Awal

Neymar sebelumnya harus menepi dari dua pertandingan awal Brasil di Grup C Piala Dunia 2026 akibat cedera betis yang ia derita menjelang turnamen. Ia absen saat Brasil ditahan Maroko 1-1 dan saat tim Samba melumat Haiti 3-0 di laga kedua.

Pelatih Brasil Carlo Ancelotti mengonfirmasi bahwa pemain berusia 34 tahun itu sudah menjalani latihan penuh selama sepekan terakhir di Miami. "Neymar siap, dia bekerja dengan baik minggu ini dan mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan. Kami semua sangat senang; kualitasnya dapat memberikan banyak kontribusi bagi tim," ujar Ancelotti dikutip dari Diario AS.

Kondisi Neymar disebut sangat bugar dan sanggup bermain selama 90 menit penuh jika dibutuhkan. Ancelotti menambahkan bahwa kualitas dan pengalaman pemain yang telah mengemas 128 laga dan 79 gol untuk Brasil ini akan menjadi tambahan besar bagi tim di laga krusial tersebut.

"Dia bisa bermain 90 menit, dia baik-baik saja. Dia bekerja sangat baik dan berlatih dengan baik. Saya sangat senang dengannya," tambah pelatih asal Italia itu dikutip dari Diario AS.

Situasi Klasemen Grup C yang Menegangkan

Brasil saat ini memimpin klasemen Grup C dengan koleksi empat poin, unggul selisih gol atas Maroko yang juga mengantongi jumlah poin sama. Skotlandia berada di peringkat ketiga dengan tiga poin, masih berpeluang besar lolos ke babak 32 besar jika mampu mengalahkan Brasil.

Selecao hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke fase gugur sebagai juara grup. Namun jika kalah dari Skotlandia, peluang Brasil untuk lolos bisa sirna tergantung hasil pertandingan Maroko melawan Haiti di laga lainnya.

Ancelotti menegaskan bahwa timnya tidak boleh lengah meski hanya butuh satu poin. "Saya puas, tetapi kami memiliki komitmen yang sangat besar, yaitu berjuang untuk Piala ini. Kami memulai dengan baik di pertandingan pertama, pertandingan kedua lebih baik. Kami yakin pertandingan ketiga akan lebih baik," tutur Ancelotti dikutip dari laman CBF.

Skotlandia sendiri datang dengan motivasi tinggi setelah menumbangkan Haiti 1-0 di laga sebelumnya. Skuad asuhan Steve Clarke itu hanya kalah tipis 0-1 dari Maroko dalam pertandingan yang berjalan sengit dan penuh tekanan.

Ancaman Fisik Skotlandia dan Strategi Brasil

Ancelotti mewaspadai permainan fisik Skotlandia yang dikenal keras dan terorganisir rapi. Pelatih berpengalaman itu mengidentifikasi bola-bola panjang dan umpan silang sebagai senjata utama The Tartan Army yang harus diantisipasi.

"Mereka adalah tim yang kuat secara fisik dengan strategi yang sangat jelas. Mereka biasanya bermain dengan formasi 4-4-2, sangat mengandalkan bola-bola panjang dan berusaha untuk melakukan banyak umpan silang. Ini adalah pertandingan yang harus kita kendalikan dalam aspek tersebut," ungkap Ancelotti dikutip dari laman CBF.

Don Carlo menegaskan bahwa anak asuhnya wajib memegang kendali permainan tanpa meremehkan lawan. Fokus tinggi menjadi aspek krusial mengingat Skotlandia juga mengusung misi wajib menang untuk menjaga asa lolos ke babak berikutnya.

"Kami akan fokus pada pertandingan yang harus kami mainkan dan kami harus memainkannya dengan baik. Skotlandia memiliki tim yang bagus dan terorganisir dengan baik. Mereka memiliki kesempatan untuk lolos, jadi kami akan memikirkan pertandingan itu," jelas Ancelotti dikutip dari laman CBF.

Kembalinya Sang Legenda di Momen Krusial

Sejak kembali ke Santos pada awal 2025 setelah kontroversi di Al Hilal, Neymar menunjukkan performa yang cukup konsisten meski sempat diganggu cedera. Pengalamannya di lima edisi Piala Dunia sebelumnya diharapkan bisa menjadi pembeda dalam laga krusial melawan Skotlandia.

Neymar saat ini menjadi pemain paling senior di skuad Brasil dengan catatan 128 penampilan internasional dan 79 gol. Ia juga merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Brasil dan sosok yang sangat dihormati di ruang ganti.

Pertandingan Brasil melawan Skotlandia akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedalaman skuad Selecao. Dengan Neymar kembali ke tim dan performa yang terus meningkat dari laga ke laga, Brasil optimis bisa menutup fase grup dengan kemenangan dan melaju ke babak 32 besar sebagai pemuncak klasemen Grup C.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags