Pada perdagangan Jumat lalu, saham PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) tiba-tiba melejit. Kenaikannya cukup signifikan, mencapai 11,21 persen. Aksi ini menarik perhatian banyak pihak, apalagi terjadi tepat sebelum momen penting perusahaan: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada Senin, 1 Desember 2025.
Di balik sentimen positif itu, ada rencana besar yang diusung manajemen. Mereka berencana melakukan diversifikasi dengan menambah 16 lini bisnis baru. Ini langkah yang cukup berani, mengingat selama ini OPMS dikenal sebagai emiten yang bergerak di bidang scrap kapal bekas. Rencananya, mereka akan merambah sektor perdagangan besar makanan dan minuman. Cakupannya luas, mulai dari gula, kopi, teh, beras, hingga produk olahan daging dan susu. Perseroan menegaskan ini adalah strategi untuk pertumbuhan berkelanjutan dan bentuk komitmen mereka dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Namun begitu, rencana diversifikasi yang jauh dari core business ini memantik spekulasi.
Menurut Indrawijaya Rangkuti, Direktur International Federation of Technical Analyst (IFTA), pasar mulai diramaikan oleh rumor.
"Rumor yang beredar menyebut OPMS tengah menjadi incaran sejumlah investor strategis, baik dari industri baja maupun mitra bisnis yang berpotensi melakukan kerja sama operasi hingga akuisisi bertahap," katanya, Minggu (30/11/2025).
Pengamat pasar modal itu melihat aksi akumulasi saham OPMS pada Jumat lalu semakin menguatkan dugaan adanya pihak besar yang mulai masuk. Pola transaksinya terlihat konsisten dan rapi, menjadikan OPMS salah satu saham small cap yang paling banyak dibicarakan di akhir pekan.
Artikel Terkait
Dolar AS Meroket ke Level Tertinggi Tiga Bulan, Investor Berlindung dari Ketegangan Timur Tengah
IHSG Anjlok Lebih dari 2%, Terimbas Gelombang Jual Massal di Asia
IHSG Anjlok 1,66%, Seluruh Sektor Terkapar di Zona Merah
Konflik Timur Tengah Picu Aksi Jual dan Anjloknya Bursa Asia