JAKARTA - Tak lama setelah serangan AS dan Israel ke Iran Sabtu lalu, Presiden Prabowo Subianto segera mengambil inisiatif. Dia menelepon sejumlah pemimpin kunci di kawasan Teluk. Langkah cepat ini diambil mengingat dampak konflik yang dinilai bakal meluas.
Kawasan Teluk sendiri mencakup negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman. Menurut Menlu Sugiono, hampir semua kontak telah dilakukan dari Jakarta.
"Sudah, sudah telepon. Yang lain sudah," ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa malam.
Namun begitu, ada satu nama yang masih tertunda. Komunikasi dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), belum terjalin. Kendalanya cuma soal waktu, katanya.
"Ya komunikasinya ya komunikasi antarpimpinan ya," tambah Sugiono singkat.
Serangan yang memicu aksi diplomatis ini terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026. Media Iran melaporkan, sasaran pertama adalah lokasi di kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Di Teheran, kepulan asap terlihat membubung di langit pusat kota.
Di sisi lain, seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa operasi itu adalah aksi gabungan dengan Israel. Sementara itu, militer Israel langsung menyatakan keadaan darurat dan memerintahkan warganya untuk segera mencari perlindungan. Situasinya memang tegang.
Artikel Terkait
Perusahaan China Incar Peluang Besar di Balik Target PLTS 100 GW Indonesia, Soroti Kebutuhan Teknologi Penyimpanan Energi
Presiden Prabowo Resmikan RSUD Lampung Barat dan Buka Munas Hipmi 2026 di Lampung
Investor China dan Hong Kong Dilarang Ikut IPO SpaceX, Alihkan Buruan ke Saham Terkait
Ekonom: RI Tak Akan Ulangi Krisis 1998, Tantangan Kini Bergeser ke Daya Beli Kelas Menengah