Gejolak Iran dan Bayang-Bayang Disrupsi Industri
Konflik di Timur Tengah, tepatnya di Iran, lagi-lagi mengguncang pasar global. Di Jakarta, getarannya mulai terasa. Banyak yang langsung khawatir soal harga BBM yang bakal melonjak. Tapi, menurut sejumlah pengamat, ada ancaman lain yang lebih mengkhawatirkan di balik naiknya harga minyak itu.
Ancaman itu adalah terganggunya rantai pasok bahan baku industri. Bayangkan, produksi dalam negeri tiba-tiba mandek karena bahan bakunya tak kunjung datang.
Ekonom Anthony Budiawan dengan tegas menyoroti hal ini. Menurutnya, kenaikan harga masih bisa diatasi. Yang bikin pusing adalah kalau pasokannya benar-benar putus.
Ujarnya dalam sebuah tayangan televisi, Selasa lalu. Ia mencontohkan pasokan aluminium dari Qatar dan turunan gas alam cair, yang merupakan nyawa bagi banyak pabrik di sini. Gangguan kecil saja bisa memicu force majeure penghentian produksi paksa.
Beberapa sektor seperti tekstil dan makanan-minuman sudah mulai merasakan tekanan, terutama untuk bahan baku kemasan plastik. Situasinya memang belum kritis, tapi sinyalnya sudah ada.
Artikel Terkait
Presiden Iran Siap Hentikan Perang dengan Syarat Jaminan Tak Ada Agresi Lagi
Pemkot Salatiga Galakkan Jumat Bebas Kendaraan untuk Hemat Energi
Tim Hukum Klaim Identifikasi 16 Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
Indodax Raih Dua Penghargaan Platform Kripto Terpercaya 2026