Pertamina Pacu Produksi Migas, Rekor Baru di Rokan Tembus 30 Ribu Barel

- Senin, 02 Februari 2026 | 14:12 WIB
Pertamina Pacu Produksi Migas, Rekor Baru di Rokan Tembus 30 Ribu Barel

Hingga akhir Desember 2025, PT Pertamina (Persero) berhasil mempertahankan produksi minyak dan gas bumi di angka 1,03 juta barel setara minyak per hari. Rinciannya, produksi minyak mentah mencapai 557 ribu barel per hari, sementara untuk gas bumi angkanya sekitar 2,76 miliar kaki kubik standar per harinya.

Di lapangan, aktivitas operasi anak usahanya, Pertamina Hulu Energi (PHE), terbilang sangat padat. Mereka tak cuma mengebor ratusan sumur baru, tapi juga merawat yang sudah ada. Tercatat, sebanyak 886 sumur eksploitasi berhasil dibor. Lalu, ada 1.288 sumur yang menjalani workover, belum lagi puluhan ribu pekerjaan well service yang terselesaikan.

Namun begitu, fokusnya tidak hanya pada eksploitasi. Untuk memastikan masa depan, kegiatan eksplorasi juga digenjot. Sepanjang tahun itu, PHE melakukan survei seismik 2D sejauh hampir 3.000 kilometer dan survei 3D seluas 855 kilometer persegi. Mereka juga mengebor 20 sumur eksplorasi baru, sebuah langkah penting untuk menambah cadangan jangka panjang.

Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen, menilai capaian ini buah dari manajemen operasi yang konsisten.

“Pencapaian produksi dan penambahan cadangan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus menjaga keberlanjutan energi nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (2/2).

Komitmen itu ternyata berbuah nyata. PHE berhasil mencatatkan kenaikan signifikan pada sumber daya dan cadangan. Penemuan sumber daya migas kategori 2C menyentuh angka 1,097 juta barel setara minyak. Kontributor terbesarnya datang dari sumur Migas Non-Konvensional di area Aman Trough, Wilayah Kerja Rokan. Sementara untuk cadangan terbukti (P1), pertambahannya mencapai 313,7 juta barel setara minyak.

Beberapa proyek unggulan berhasil diselesaikan tepat waktu, seperti POPE sumur Astrea, Pinang East, dan Akasia Prima. Tak ketinggalan, kesuksesan pemboran di sejumlah struktur strategis sebut saja Lembak-Kemang-Tapus dan Gunung Kemala membawa hasil yang menggembirakan. Di Pertamina Hulu Rokan Zona 4, misalnya, produksi minyaknya bahkan memecahkan rekor hingga 30 ribu barel per hari.

Lapangan tua pun tak dilupakan. Untuk memperlambat laju penurunannya, PHE menerapkan teknologi canggih Multistage Fracturing (MSF) di sumur KB525 dan KB570 di Rokan. Terobosan ini sekaligus mencatatkan Pertamina sebagai pionir penggunaan teknologi MSF di dalam negeri.

Semua itu tentu didukung oleh sejumlah proyek strategis yang sudah beroperasi. Proyek Sisi Nubi dari Pertamina Hulu Mahakam, proyek CEOR di Lapangan Minas oleh PHR, hingga proyek gas di Senoro Selatan yang dikelola PHE Tomori, semuanya berkontribusi nyata.

“Proyek-proyek ini tidak hanya menambah kapasitas produksi,” jelas Hermansyah.

“Ini juga bukti bahwa kolaborasi antara para ahli di Subholding Upstream, mitra kerja, dan semua pemangku kepentingan adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi migas kita.”

Menutup tahun dengan gemilang, sumur eksplorasi PPC-01 di Struktur Padang Pancuran yang dioperasikan PHE Jambi Merang, produksinya melampaui ekspektasi. Target awalnya 400 barel per hari, tapi realisasinya per 26 Desember 2025 malah mencapai 451,42 barel per hari.

Ke depan, jalan masih panjang. PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina bertekad terus mendorong eksplorasi dan pengembangan lapangan. Tujuannya jelas: menjaga ketahanan energi nasional agar ekonomi Indonesia tetap tumbuh.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler