Buat Alwi Farhan, pertanyaan soal puasa di All England 2026 masih belum punya jawaban pasti. Tunggal putra andalan Indonesia itu memilih untuk menunggu dan melihat situasi nanti. "Lihat keadaan. Enggak ada yang tahu kan mainnya di jam berapa, ya lebih melihat situasi," ujarnya saat berbincang di Pelatnas Cipayung beberapa waktu lalu.
Memang, turnamen bergengsi yang dijadwalkan pada 3-8 Maret 2026 di Birmingham itu bakal beririsan dengan bulan Ramadhan. Jadwal pertandingan yang belum rinci jadi pertimbangan utama. Kalau akhirnya harus bertanding tanpa puasa, Alwi sudah punya komitmen. "Kalau saya berjuang kan bawa nama agama saya juga," katanya. Ia berjanji akan mengganti puasanya di hari lain.
Di sisi lain, pemain berusia 20 tahun ini jujur mengakui beban yang mungkin muncul. Menurutnya, memaksakan puasa saat hari pertandingan adalah hal yang berat. "Saya rasa berat sekali untuk saya pribadi ya kalau dipaksa puasa ketika harus bertanding," urainya. Kondisi fisik jelas jadi taruhannya.
All England tahun depan akan jadi panggung perdana bagi Alwi. Dan momentumnya cukup bagus. Performanya sedang naik daun, terbukti dengan gelar juara Indonesia Masters 2026 yang baru saja diraih. Debutnya di ajang Super 1000 ini pun langsung diwarnai tantangan seru: menghadapi Ayush Shetty dari India.
Pertemuan dengan Shetty sendiri punya catatan menarik. Secara head-to-head, Alwi unggul tipis 3-2. Mereka terakhir bentrok di Indonesia Masters, dan kala itu Alwi menang dengan cukup mudah, dua game langsung. Jadi, meski soal puasa masih mengambang, persiapan untuk pertarungan di lapangan jelas sudah dihitung matang.
Artikel Terkait
PSM Makassar Krisis Identitas Usai Kalah Ketiga Kali Beruntun
Lanny/Apriyani Gasak Wakil UEA, Melaju ke 16 Besar German Open 2026
Arsenal dan Barcelona Bersaing Rekrut Julian Alvarez
Agen Wirtz Ungkap Upaya Gagal Bawa Kliennya ke Real Madrid