Dia membeberkan data teknisnya. Tercatat buyer dengan volume besar masuk di kisaran harga Rp108 hingga Rp112. Kenaikan volumenya sendiri didominasi 16 kali lipat dari hari sebelumnya. Support kuat untuk saham OPMS saat ini berada di level Rp103, sementara resistance-nya diperkirakan di rentang Rp130-Rp135. Jika bisa menembus level itu, resistance kuat berikutnya ada di area Rp150-Rp155.
“Kalau rumor akuisisi ini benar, OPMS bisa berubah wajah. Kuncinya ada di RUPS 1 Desember 2025 nanti, karena itu bisa jadi momen paling penting bagi OPMS sepanjang tahun ini,” tutur Indrawijaya.
Jadi, dengan rencana ekspansi yang ambisius ke 16 lini bisnis baru dan desas-desus soal investor strategis, OPMS benar-benar berada di persimpangan jalan. Semua mata kini tertuju pada RUPS mendatang. Keputusan yang diambil dalam rapat itulah yang diyakini akan menentukan arah dan masa depan transformasi perusahaan.
Rincian rencana bisnisnya sendiri cukup beragam, mulai dari perdagangan besar gula, cokelat, kembang gula, buah-buahan, beras, sayuran, roti, hingga daging sapi.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Kemenekraf dan Kadin Siap Garap Tujuh Lumbung Ekonomi Kreatif
Rp 10 Triliun Kucuran KUR Siap Dorong Geliat Ekonomi Kreatif
LFLO Meledak 10% Usai Dibekukan, Cetak Kenaikan Fantastis 200% dalam Tiga Bulan
Pertamina Siapkan Tambahan 1,4 Juta Kiloliter Pertalite untuk Antisipasi Libur Panjang