AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah, Iran Cari Bantuan Rudal ke Rusia dan China

- Selasa, 03 Maret 2026 | 10:45 WIB
AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah, Iran Cari Bantuan Rudal ke Rusia dan China

Jakarta – Situasi di Timur Tengah makin memanas. Menyikapi eskalasi konflik dengan Iran yang kian berisiko, pemerintah Amerika Serikat secara resmi mendesak warganya untuk segera meninggalkan kawasan tersebut. Seruan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.

Lewat sebuah unggahan di platform X, Rubio menegaskan bahwa keselamatan warga negaranya adalah prioritas utama. “Di Departemen Negara, prioritas pertama kami adalah keamanan dan keselamatan para warga Amerika di seluruh dunia,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

“Dengan apa yang terjadi di Middle East, terkait Operation Epic Fury dan serangan dari Iran terhadap negara-negara Gulf, saya ingin berbicara langsung pada warga Amerika di sana. Kami bekerja keras untuk menjaga keamanan Anda,” lanjut Rubio.

Dia tak cuma memberi peringatan. Rubio juga mendesak warga AS untuk segera mendaftar di Smart Traveler Enrollment Program. Imbauan lain: pantau terus pembaruan keamanan lewat saluran WhatsApp resmi dan media sosial departemennya. Intinya, jangan sampai ketinggalan info.

Selain itu, Rubio tak ragu mengecam serangan Iran ke negara-negara lain di sekitar Teluk Persia. Dia berjanji operasi militer AS akan terus menggempur fasilitas milik Iran.

Di sisi lain, dari level yang lebih teknis, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Konsuler, Mora Namdar, memberikan instruksi yang lebih spesifik. Warga AS yang masih berada di sejumlah negara sebut saja Bahrain, Mesir, Iran, Israel, Kuwait, Lebanon, Qatar, hingga Arab Saudi diminta segera pergi menggunakan transportasi komersial yang masih tersedia.

“Warga Amerika yang butuh bantuan kami untuk mengatur keberangkatan, silakan hubungi,” tulis Mora di akun X-nya.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar