Presiden Prabowo Tanggung Pribadi Kelebihan Biaya Perjalanan Dinas ke Luar Negeri

- Senin, 01 Juni 2026 | 21:30 WIB
Presiden Prabowo Tanggung Pribadi Kelebihan Biaya Perjalanan Dinas ke Luar Negeri

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa seluruh kelebihan biaya perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang melampaui anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh kepala negara. Pernyataan itu disampaikan Teddy sebagai tanggapan atas masukan dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengenai kebijakan kunjungan presiden ke luar negeri.

Teddy menyampaikan apresiasinya terhadap masukan yang diberikan Dino. Menurutnya, Dino merupakan diplomat dengan pandangan yang cermat dan terstruktur. “Saya mau luruskan beberapa hal. Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi wakil menteri luar negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan,” ucap Teddy melalui unggahan Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Teddy menjelaskan secara rinci soal pembiayaan kunjungan luar negeri Prabowo yang kerap menjadi sorotan publik. Ia memastikan bahwa segala kelebihan biaya yang melampaui anggaran negara telah menjadi tanggungan pribadi Presiden Prabowo sejak awal. “Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” tuturnya.

Di sisi lain, Teddy juga mengklarifikasi soal jumlah rombongan yang mendampingi presiden dalam setiap kunjungan ke luar negeri. Ia menegaskan bahwa pada masa pemerintahan Prabowo, jumlah delegasi telah dipangkas secara signifikan dibandingkan periode sebelumnya. “Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Lebih dari separuh dari periode sebelumnya,” ujar Teddy.

Ia merinci, pada masa lalu jumlah rombongan dalam satu kunjungan luar negeri bisa mencapai lebih dari 120 orang. Namun saat ini, jumlah tersebut dibatasi sekitar 50 hingga 60 orang. “Jadi kalau dulu, itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal. Ini sudah banyak yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua,” kata dia.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar