Jawa Tengah Lantik 164 Kepala Sekolah dan 3.035 PNS Baru untuk Perkuat Mutu Pendidikan

- Rabu, 04 Maret 2026 | 12:00 WIB
Jawa Tengah Lantik 164 Kepala Sekolah dan 3.035 PNS Baru untuk Perkuat Mutu Pendidikan

Di Wisma Perdamaian, Semarang, suasana Rabu (4/3) itu tampak khidmat. Acara pelantikan dan penyerahan SK untuk para kepala sekolah serta jabatan fungsional berlangsung dengan penuh hikmat. Di sinilah Luthfi menekankan satu hal yang ia anggap fundamental: peran sentral pendidikan dalam membangun SDM.

“Pendidikan berperan meningkatkan sumber daya manusia yang punya daya saing,” tegas Luthfi dalam keterangan tertulisnya. Baginya, sektor ini bukan sekadar urusan kelas, tapi fondasi untuk kemajuan.

Pernyataan itu tak lepas dari konteks yang lebih luas. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri terus berupaya menggerus angka kemiskinan. Per September 2025 lalu, angkanya berhasil ditekan jadi 9,39% atau sekitar 3,34 juta jiwa. Memang masih berat, tapi setidaknya ada penurunan dari posisi sebelumnya di 9,58%.

Nah, dalam upaya memperkuat fondasi tadi, dilakukanlah penataan pejabat di 645 satuan pendidikan negeri, meliputi SMA, SMK, dan SLB. Prosesnya melalui rotasi dan promosi. Secara simbolis, SK diserahkan kepada 164 kepala sekolah yang hadir langsung. Rinciannya, 43 orang mengalami rotasi dan 121 orang dapat promosi. Yang tak bisa datang, mengikuti jalur daring.

Tak cuma itu. Acara ini juga melantik 17 Pejabat Fungsional PNS dan yang jumlahnya cukup signifikan 3.018 PPPK. Dari ribuan PPPK tersebut, 119 orang hadir luring, sementara sisanya, hampir 2.900 orang, menyimak dari layar.

Dalam arahannya, Luthfi punya pesan khusus untuk semua yang dilantik. Ia meminta tugas dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab penuh.

“Harus kita laksanakan sesuai dengan profesionalisme, penuh perhatian, dan tanggung jawab,” tegasnya lagi.

Ia juga mengingatkan agar semua pihak, terutama kepala sekolah dan guru, tetap rendah hati dan menjauhi sikap hedon. Sebab, di mata siswa, merekalah panutan. Setiap sikap dan perilaku harus mencerminkan pribadi yang berakhlak dan berbudi luhur. Itu harga mati.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar