Ditantara Siasati Badai Geopolitik demi Jaga Minat Investor

- Minggu, 18 Januari 2026 | 14:35 WIB
Ditantara Siasati Badai Geopolitik demi Jaga Minat Investor

Eskalasi konflik geopolitik global ternyata tak cuma jadi berita utama. Di balik layar, para pengelola investasi negara sibuk menyusun langkah antisipasi. Badan Pengelola Investasi atau Danantara, misalnya, sedang merancang strategi khusus untuk tetap menarik minat investor di tengah situasi yang makin panas.

Rosan Roeslani, sang CEO, tak menampik adanya dampak. Ketegangan seperti antara AS dan Venezuela, katanya, memang memengaruhi iklim investasi secara keseluruhan, termasuk di Indonesia.

"Kalau ditanya apakah ada dampaknya? Ya pastinya ada lah," ujar Rosan dengan nada lugas.

"Misalnya, AS menyerang Venezuela. Itu kan sepenuhnya di luar kendali kita. Tapi yang bisa kita kendalikan justru harus terus kita perbaiki."

Dia menekankan, fokus utama mereka adalah pada regulasi dan kebijakan dalam negeri. Tujuannya satu: menciptakan lingkungan yang lebih bersahabat bagi para investor.

Usai memaparkan realisasi investasi untuk 2025, Kamis lalu, Rosan menjelaskan lebih lanjut. Pemerintah, bersama Danantara, berusaha meminimalkan ruang ketidakpastian dalam setiap keputusan penanaman modal. Soalnya, para investor pada dasarnya alergi dengan hal yang tidak pasti.

"Pada saat mereka investasi, mereka sebenarnya sudah paham risikonya," jelasnya.

"Tapi yang mereka benci itu kalau ketidakpastiannya terlalu tinggi. Itu susah diukur, susah dimitigasi."

Persaingan ketat dengan negara tetangga jadi tantangan lain. Malaysia dan Thailand, misalnya, juga sama-sama ngotot menarik investor, terutama di sektor strategis seperti pusat data atau data center.

Namun begitu, Indonesia bukan tanpa modal. Rosan menyebut beberapa keunggulan yang bisa diandalkan. Harga listrik kita relatif lebih murah, bonus demografi masih terbuka lebar, dan yang paling penting: stabilitas nasional terjaga dengan baik.

"Stabilitas di negara kita sangat-sangat bagus," tegas Rosan.

"Itu semua aset berharga. Kita tidak boleh terlena, tapi justru harus terus tingkatkan."

Jadi, di tengah badai ketegangan global, strateginya jelas: perbaiki yang di dalam, jaga keunggulan yang ada, dan pastikan investor merasa aman untuk menanamkan modalnya di sini.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar