Eskalasi konflik geopolitik global ternyata tak cuma jadi berita utama. Di balik layar, para pengelola investasi negara sibuk menyusun langkah antisipasi. Badan Pengelola Investasi atau Danantara, misalnya, sedang merancang strategi khusus untuk tetap menarik minat investor di tengah situasi yang makin panas.
Rosan Roeslani, sang CEO, tak menampik adanya dampak. Ketegangan seperti antara AS dan Venezuela, katanya, memang memengaruhi iklim investasi secara keseluruhan, termasuk di Indonesia.
"Kalau ditanya apakah ada dampaknya? Ya pastinya ada lah," ujar Rosan dengan nada lugas.
"Misalnya, AS menyerang Venezuela. Itu kan sepenuhnya di luar kendali kita. Tapi yang bisa kita kendalikan justru harus terus kita perbaiki."
Dia menekankan, fokus utama mereka adalah pada regulasi dan kebijakan dalam negeri. Tujuannya satu: menciptakan lingkungan yang lebih bersahabat bagi para investor.
Usai memaparkan realisasi investasi untuk 2025, Kamis lalu, Rosan menjelaskan lebih lanjut. Pemerintah, bersama Danantara, berusaha meminimalkan ruang ketidakpastian dalam setiap keputusan penanaman modal. Soalnya, para investor pada dasarnya alergi dengan hal yang tidak pasti.
"Pada saat mereka investasi, mereka sebenarnya sudah paham risikonya," jelasnya.
Artikel Terkait
Prabowo: Ketahanan Pangan Indonesia Aman di Tengah Ketegangan Global
Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Nasional Aman hingga Akhir Tahun
Iran Bantah Tutup Selat Hormuz, Tuding AS dan Israel Sebabkan Sepinya Lalu Lintas
Harga Telur Ayam Ras di 210 Daerah Tembus Batas Acuan Jelang Lebaran 2026