BALIKPAPAN - Suasana di Kilang Pertamina Balikpapan terlihat sibuk, Selasa (3/3/2026) lalu, ketika Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, tiba untuk meninjau langsung. Kunjungan kerjanya ini punya dua tujuan utama: memastikan kelancaran Proyek Strategis Nasional Refinery Development Master Plan (PSN RDMP) dan mengantisipasi dampak ketegangan global terhadap ketahanan energi nasional, terutama jelang Idulfitri nanti.
“Saya ke sini ingin lihat sendiri sejauh mana progres PSN RDMP Balikpapan,” ujar Djamari.
“Ini proyek vital, bagian dari urat nadi energi kita,” tambahnya, menekankan pentingnya kilang ini di tengah situasi dunia yang tidak menentu.
Menurutnya, konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendongkrak harga minyak dunia harus diwaspadai. Karena itu, ketersediaan BBM di dalam negeri mutlak dijaga. Dia pun mengingatkan semua pihak untuk berperan.
“Proyek ini harus dijaga sebaik-baiknya. Saya minta Pangdam dan Kapolda meningkatkan pengamanan wilayah. Jalur laut juga harus tertib, jangan sampai ada insiden yang merusak pipa-pipa minyak kita,” tegas Menko Polkam.
Di sisi lain, laporan dari pihak Pertamina cukup menggembirakan. Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan, Bambang Harimurti, menyampaikan bahwa progres fisik PSN RDMP sudah menembus angka 97 persen lebih. Operasional produksi harian pun berjalan tanpa kendala berarti.
“Kilang kita ini sanggup mengolah sekitar 360.000 barel minyak per hari,” jelas Bambang.
Yang menarik, dia menyebut kilang Balikpapan relatif kebal dari gejolak pasokan Timur Tengah. Pasalnya, sumber minyak mentahnya berasal dari dalam negeri dan kawasan Asia Tenggara. Jadi, gangguan dari sana dampaknya tidak langsung.
Namun begitu, kekhawatiran tetap ada. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang turut hadir, mengapresiasi kunjungan Menko Polkam ini. Dia berharap koordinasi keamanan bisa lebih ditingkatkan, karena itu syarat mutlak kelancaran operasi kilang.
Rudy juga menyentuh soal cadangan energi. Fakta yang ada saat ini, ketahanan BBM nasional hanya sekitar 20 hari. Itu pun bukan cadangan strategis, melainkan cadangan operasional.
“Kita belum punya cadangan energi nasional yang memadai. Karena itu, perlu upaya serius untuk mewujudkannya. Saya mohon kepada Pak Menko untuk memimpin peningkatan koordinasi dan sinergi antarlembaga demi ketahanan energi kita,” kata Rudy.
Usai dari kilang, rombongan Menko Polkam tak langsung pulang. Mereka melanjutkan kunjungan ke Markas Kodam VI/Mulawarman. Agenda selanjutnya adalah silaturahmi dan penguatan peran bersama Forkopimda, serta berbagai tokoh masyarakat, agama, dan adat. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas di Kalimantan Timur agar iklim investasi dan ketahanan energi benar-benar terpelihara.
Artikel Terkait
PNM Raih Penghargaan Internasional untuk Penerbitan Sukuk Rp3,77 Triliun
Jembatan Kolonial Belanda di Klaten Akhirnya Direvitalisasi Setelah 13 Tahun Terbengkalai
Presiden Prabowo Beri Pengarahan kepada Seluruh Ketua DPRD di Retret Akmil Magelang
Gubernur DKI Dorong BUMD Tak Hanya Jadi Pemain Lokal, Tapi Ekspansi ke Pasar Global