Makassar diguncang sebuah peristiwa yang memilukan. Seorang remaja, Bertrand Eka Prasetyo Radiman (18), tewas setelah diduga ditembak oleh oknum polisi. Insiden ini langsung memantik reaksi keras dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sulawesi Selatan, yang mendesak pengusutan transparan tanpa tedeng aling-aling.
Pelaksana Tugas Ketua PW KAMMI Sulsel, Muh Imran, bersikap tegas. Baginya, ini bukan sekadar insiden biasa yang bisa lalu dilupakan.
"Kami menegaskan bahwa kasus ini harus diusut tuntas secara transparan. Jika terbukti ada kelalaian atau penyalahgunaan kewenangan, maka oknum tersebut harus diberhentikan dan diproses secara hukum tanpa tebang pilih," tegas Imran.
Dia melanjutkan dengan nada prihatin, "Jangan sampai polisi menjadi pembunuh bagi rakyat yang seharusnya mereka lindungi."
Menurut sejumlah informasi yang beredar, korban meninggal akibat tembakan yang diduga dilepaskan oleh seorang perwira dari Polsek Panakkukang. Kejadiannya berlangsung di Jalan Toddopuli Raya, Minggu lalu, saat aparat berupaya membubarkan sebuah perang senjata di kawasan Panakkukang.
Namun begitu, sampai detik ini suasana masih gelap. Publik dibuat menunggu-nunggu penjelasan resmi yang rinci. Bagaimana kronologi pastinya? Apa sudah ada pemeriksaan internal? Langkah Propam seperti apa yang diambil? Semua pertanyaan itu masih menggantung tanpa jawaban yang memuaskan.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Pemerintah Tinjau Ulang Keterlibatan Indonesia di Board of Peace
Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dengan Jokowi, Megawati, dan SBY di Istana
Bekas Tambang Marmer di Maros Bertransformasi Jadi Destinasi Wisata Instagrammable
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Sinabang, Aceh