JakLingko Luncurkan Kartu Uang Elektronik Hitam, Akses Empat Moda Transportasi Cukup Rp10.000

- Senin, 08 Juni 2026 | 06:30 WIB
JakLingko Luncurkan Kartu Uang Elektronik Hitam, Akses Empat Moda Transportasi Cukup Rp10.000

Warga Jakarta dan sekitarnya kini dapat menggunakan satu kartu untuk mengakses empat moda transportasi umum, yakni Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan KRL, hanya dengan biaya maksimal Rp10.000. Kartu uang elektronik JakLingko berwarna hitam menjadi kunci integrasi layanan antarmoda yang memudahkan mobilitas masyarakat di ibu kota.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, menjelaskan bahwa kartu tersebut dirancang khusus untuk mengakses layanan integrasi multi moda dengan tarif maksimum Rp10.000. “Kartu tersebut dipergunakan untuk mengakses layanan integrasi multi moda dengan tarif maksimum Rp10.000,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip pada Senin (8/6/2026).

Kartu JakLingko hitam ini terintegrasi langsung dengan aplikasi JakLingko. Salah satu keunggulannya, jika kartu fisik hilang, saldo yang tersimpan tetap aman karena tercatat dalam aplikasi. Sistem ini merupakan bagian dari fase Account Based Ticketing (ABT), di mana kartu transportasi mampu mengenali profil masing-masing pengguna.

Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat menerapkan kebijakan insentif tarif bagi kelompok pengguna tertentu di masa mendatang, seperti lansia atau pelajar. Selain kartu hitam, masyarakat juga dapat membeli kartu uang elektronik JakLingko berwarna biru yang diterbitkan oleh lima bank, yaitu BCA, Mandiri, BNI, Bank Jakarta, dan BRI.

Kartu-kartu ini tersedia di mesin penjual otomatis atau vending machine yang ditempatkan di halte Transjakarta serta stasiun MRT dan LRT. Budi menambahkan bahwa kartu tersebut juga dapat digunakan untuk naik Transjakarta dengan tarif Rp5.000 maksimal selama tiga jam perjalanan. “Tidak ada syarat. Warga non-Jakarta juga boleh memiliki kartu tersebut,” jelas Budi.

Sementara itu, Dishub DKI telah menyiapkan sejumlah langkah untuk merespons rencana penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek. Salah satu upaya yang dilakukan adalah sosialisasi komprehensif mengenai urgensi penyesuaian tarif kepada masyarakat dengan melibatkan unsur pemangku kepentingan. “Seperti tarif maksimum Rp10.000 dalam tiga jam yang diakses melalui aplikasi JakLingko agar mencakup seluruh rute Transjabodetabek,” kata Budi.

Ia menegaskan bahwa tarif integrasi Rp10.000 merupakan skema biaya maksimum yang dikenakan saat masyarakat menggunakan lebih dari satu moda transportasi umum, seperti kombinasi Transjakarta, MRT, dan LRT, dalam satu perjalanan berkelanjutan. Namun, skema ini hanya dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui aplikasi JakLingko.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar