Serangan rudal Iran menghantam wilayah Israel pada Minggu malam, menandai eskalasi dramatis pertama sejak gencatan senjata antara kedua negara berlaku pada 8 April lalu. Tindakan militer Teheran itu merupakan respons langsung atas serangan udara Israel ke pinggiran Beirut, Lebanon, yang terjadi hanya beberapa jam sebelumnya. Ledakan keras mengguncang kawasan Haifa dan Nazareth, memicu kepanikan warga dan melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandara Ben Gurion, dekat Tel Aviv.
Militer Israel, sebagaimana dilaporkan stasiun televisi Channel 12, menyatakan bahwa ledakan yang terdengar di kedua kota tersebut berasal dari upaya pencegatan rudal menggunakan sistem pertahanan udara. Pihak militer mengklaim seluruh rudal yang ditembakkan Iran berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran. Meski demikian, otoritas Israel mengambil langkah antisipatif dengan menangguhkan operasional bandara utama serta meliburkan seluruh sekolah pada Senin.
Serangan Iran ini dikonfirmasi oleh stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB. Dalam pernyataannya, Teheran menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut jika Israel membalas serangan atau tidak menghentikan agresinya terhadap Lebanon. Ancaman itu mempertegas sikap Iran yang sejak awal menempatkan diri sebagai pendukung utama kelompok-kelompok perlawanan di kawasan.
Sementara itu, eskalasi terbaru ini bermula dari serangan udara Israel ke pinggiran Beirut yang dilaporkan menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 11 lainnya. Serangan tersebut memicu kemarahan Teheran dan menjadi pemicu langsung peluncuran rudal balasan. Ketegangan di kawasan Timur Tengah pun kembali memuncak, terutama setelah intensitas operasi militer Israel di Lebanon meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Di sisi lain, laporan dari berbagai media Israel menyebutkan bahwa serangan rudal Iran memicu kepanikan luas di sejumlah wilayah. Masyarakat diminta mengikuti instruksi keamanan dari otoritas setempat, sementara aktivitas penerbangan di Bandara Ben Gurion dihentikan sementara waktu. Langkah itu diambil untuk memastikan keselamatan penerbangan di tengah ancaman rudal yang masih mungkin terjadi.
Serangan Iran kali ini menjadi babak baru dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Meskipun Israel mengklaim berhasil menangkal seluruh rudal, dampak psikologis dan disruptif terhadap kehidupan sipil tetap terasa. Dunia kini menanti apakah Israel akan membalas serangan tersebut atau memilih meredakan ketegangan demi mencegah perang terbuka yang lebih luas.
Artikel Terkait
Jasa Marga Mulai Rekonstruksi Jalan di Tol Cawang-Tomang-Pluit dan Jakarta-Tangerang pada 8-16 Juni 2026
IRGC Serang Pangkalan Udara Israel sebagai Balasan atas Gempuran di Lebanon
Presiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana yang Ditangkap Kejagung
Satgas PASTI Bongkar Praktik Dana Ilegal Koperasi BLN, Ketua Koperasi Ditangkap