Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa Indonesia membuka peluang kerja sama dengan Rusia di sektor transportasi, mencakup pengembangan perkeretaapian, maritim, hingga pemanfaatan teknologi.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY dalam pertemuan dengan Menteri Transportasi Federasi Rusia Andrey Nikitin di Moskow pada Senin, 1 Juni 2026. Dalam kesempatan itu, AHY menekankan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.380 pulau dan populasi sekitar 280 juta jiwa.
“Bagi kami, transportasi adalah urat nadi yang mempersatukan bangsa dan menghubungkan seluruh wilayah Nusantara,” ujar AHY dalam keterangan tertulis yang diterbitkan pada Minggu, 7 Juni 2026.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pihak membahas sejumlah peluang kerja sama strategis. Di antaranya penguatan sektor perkeretaapian, pengembangan transportasi laut dan pelabuhan, peningkatan keselamatan transportasi, serta penerapan teknologi untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Di sektor perkeretaapian, Indonesia dinilai masih membutuhkan pengembangan jaringan secara signifikan guna memperkuat konektivitas nasional dan mendukung pemerataan pembangunan. AHY menyebut, Indonesia membuka pintu bagi perusahaan-perusahaan Rusia untuk berpartisipasi dalam pembangunan koridor perkeretaapian strategis, seperti Trans-Sumatera, Trans-Sulawesi, dan Trans-Kalimantan.
Sementara itu, di sektor maritim, Indonesia melihat peluang untuk mengembangkan layanan pelayaran langsung yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan utama kedua negara. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi logistik, serta membuka koridor perdagangan maritim yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Menurut AHY, di tengah tantangan ekonomi global, Indonesia perlu terus membuka ruang kolaborasi yang dapat memperkuat daya saing nasional. Ia menegaskan, yang terpenting bukan sekadar siapa mitra kerja sama, melainkan bagaimana setiap kerja sama mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tujuan kami sederhana, bagaimana biaya logistik semakin efisien, konektivitas antardaerah semakin kuat, investasi dan lapangan kerja semakin tumbuh, serta distribusi barang dan layanan publik dapat menjangkau masyarakat dengan lebih baik,” ujarnya.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Salat di Surabaya, Minggu 7 Juni 2026: Subuh Pukul 04.16 WIB, Magrib 17.22 WIB
Ekstradisi Paulus Tannos Masih Panjang, Sidang Committal Baru Digelar Agustus 2026
Sri Mulyani Bantah Isu Mundur dari Kabinet, Sebut Ada Manipulasi Dokumen Rapat
Imigrasi Bogor Buka Layanan Paspor Akhir Pekan dan Sore Hari, Kuota Terbatas