Pasar saham tampaknya masih akan bergelut dengan tekanan jual hari ini, Selasa (3/3/2026). IHSG diprediksi melanjutkan koreksinya, meski analis melihat ada peluang untuk memulihkan sebagian kerugian nantinya.
Menurut riset terbaru dari MNC Sekuritas yang dirilis Senin (2/3), pergerakan indeks saat ini masih berada dalam fase koreksi terbatas. Mereka memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 7.945-7.984. Namun begitu, bukan berarti tidak ada harapan. Analis di sana justru melihat peluang bagi IHSG untuk kembali menguat, menuju rentang 8.437 hingga 8.638.
"Posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (c) dari [x] pada label hitam, sehingga koreksi IHSG diperkirakan akan cenderung terbatas untuk menguji 7.945-7.984 dan berpeluang kembali menguat ke 8.437-8.638,"
Begitu bunyi laporan mereka.
Secara teknis, level support kunci berada di 7.970 dan 7.861. Sementara itu, resistance atau penghalang naik berikutnya ada di 8.170 dan 8.306. Prediksi ini muncul setelah IHSG ditutup melemah cukup signifikan kemarin, anjlok 2,66% ke level 8.016 dengan tekanan jual yang cukup masif.
Nah, di tengah kondisi yang masih berawan ini, MNC Sekuritas punya beberapa rekomendasi saham untuk diperhatikan.
Pertama, HRTA masuk dalam kategori Spec Buy. Saham ini sempat menguat tipis ke Rp3.250, tapi tekanan jual tetap ada. Analis menempatkan zona beli di Rp3.030-Rp3.180 dengan target harga Rp3.500 dan Rp3.660. Hati-hati, stoploss-nya di bawah Rp2.940.
Kemudian ada EXCL dengan rekomendasi Buy on Weakness. Saham ini kemarin terpukul, turun 6,62% ke Rp2.960 dan geraknya sudah di bawah MA20. Bagi yang mau masuk, tunggu pelemahan ke rentang Rp2.870-Rp2.910. Targetnya Rp3.250 dan Rp3.490, dengan batas stoploss di bawah Rp2.780.
Berbeda cerita dengan PSAB yang justru melonjak 5,45% ke Rp580 dengan volume beli yang menggembung. Rekomendasinya Buy on Weakness juga. Kunci utamanya adalah kemampuan saham bertahan di atas Rp525. Jika bisa, targetkan harga Rp600 dan Rp635. Zona beli yang disarankan adalah Rp545-Rp565.
Terakhir, BMRI justru dapat label Sell on Strength. Saham bank ini terkoreksi 3,79% ke Rp5.075 dan masih dikuasai penjual. Analis memprediksi BMRI rentan melanjutkan koreksi ke area Rp4.720-Rp4.880. Jadi, rekomendasinya adalah jual pada penguatan di kisaran Rp5.175-Rp5.225.
Jadi, meski sentimen masih lesu, selalu ada peluang di tiap kondisi pasar. Yang penting, tahu level amannya di mana.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Sistem Tol Tanpa Palang Masih Tahap Uji Fungsi Dasar
Pabrik Baru PT Mulia Boga Raya (KEJU) Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar