Rabu (4/3/2026) pagi, pasar saham Indonesia kembali diterpa awan kelam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka terpuruk di level 7.896. Situasi tak membaik dalam setengah jam pertama perdagangan. Malah, anjlok lebih dalam.
Hingga pukul 09.15 WIB, IHSG tercatat merosot tajam 1,66 persen ke posisi 7.805,61. Angka itu secara psikologis penting level 8.000 kini sudah tertinggal di belakang. Sentimen negatif jelas mendominasi lantai bursa.
Lihat saja komposisinya. Dari ratusan saham yang bergerak, hanya 139 yang mampu bertahan di zona hijau. Sementara itu, 516 lainnya terkapar di area merah. Sisanya, 303 saham, cuma diam di tempat tanpa perubahan harga berarti. Transaksi awal terpantau cukup cair, mencapai Rp4,08 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 7,40 miliar saham.
Tekanan itu bersifat menyeluruh. Indeks-indeks utama kompak tertekan. LQ45 melemah 1,92 persen, JII turun lebih dalam 2,44 persen. IDX30 dan ISSI masing-masing merosot 1,61 persen dan 1,90 persen. Tak ketinggalan, indeks SRI-KEHATI juga ikut terseret, turun 1,46 persen.
Yang lebih mencolok, seluruh sektor bisnis serentak berwarna merah. Tak ada satu pun yang luput. Dari energi, keuangan, teknologi, hingga properti dan kesehatan semuanya kompak terperosok. Sektor bahan baku dan industri pun ikut dalam deretan panjang pelemahan ini.
Di tengah situasi suram itu, tetap ada sedikit cahaya. Beberapa saham bahkan mampu melesat tinggi. PT SLJ Global Tbk (SULI) jadi pemuncak dengan kenaikan fantastis 26,61 persen. Diikuti PT Ifishdeco Tbk (FIS) yang naik 24,62 persen, dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) dengan gain 24,59 persen.
Namun begitu, papan penderita didominasi oleh saham-saham yang terjun bebas. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) memimpin kerugian dengan penurunan 14,78 persen. PT Indospring Tbk (INDS) menyusul di belakangnya, anjlok 14,68 persen. Lalu ada PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) yang ikut terpangkas 13,22 persen.
Pasar menunggu napas berikutnya. Semua mata kini tertuju pada apakah IHSG bisa bangkit dari level rendahnya ini, atau justru akan terperosok lebih jauh lagi seiring berjalannya sesi.
Artikel Terkait
Enam Saham RI Dikeluarkan dari Indeks MSCI, Pengamat Sebut Ruang Fiskal Makin Sempit Akibat Bunga Utang Membengkak
Pasar Modal Tertekan Sentimen Negatif, Pemerintah Diminta Respons Kekhawatiran Investor
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 per Dolar AS Akhir Juni Akibat Tekanan Geopolitik dan Suku Bunga The Fed
BCA Bagikan Dividen Interim Rp20 per Saham pada Kuartal II 2026