Gubernur Jabar Soroti Tata Ruang sebagai Akar Masalah Banjir Bandung

- Kamis, 16 April 2026 | 08:45 WIB
Gubernur Jabar Soroti Tata Ruang sebagai Akar Masalah Banjir Bandung

Banjir Bandung: Gubernur Soroti Tata Ruang yang Tak Berubah

BANDUNG Banjir di Kabupaten Bandung rasanya seperti tamu yang tak diundang, datang berulang kali. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi punya pandangan tegas soal ini. Menurutnya, akar masalahnya ada pada tata ruang wilayah yang, jujur saja, nyaris tak pernah berubah sejak dulu.

Kalau Pemkab Bandung serius ingin mengakhiri siklus banjir ini, langkah pertama dan utama adalah membenahi tata ruang. Itu kuncinya.

"Pertama, tata ruang Kabupaten Bandung harus berubah," tegas Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Bandung, Rabu (15/4/2026).

Selain itu, ada pekerjaan teknis yang mendesak: normalisasi sungai. Sungai-sungai yang menyempit dan dangkal itu harus dikembalikan kapasitasnya agar bisa menampung air dengan baik.

"Yang kedua, sungai-sungainya harus segera dinormalisasi," tambahnya.

Tak berhenti di situ, Dedi juga menyoroti kondisi hulu yang sudah rusak. Kawasan hulu sungai, ujarnya, perlu direhabilitasi. Jadikanlah ia lahan hijau lagi supaya bisa menahan laju air sebelum meluncur ke hilir.

"Yang ketiga, hulu sungainya harus direhabilitasi menjadi lahan hijau,” ucapnya.

Nah, persoalan lain yang bikin runyam adalah alih fungsi lahan. Perubahan sawah jadi perumahan atau bangunan lain terjadi begitu masif. Ini jelas memperparah situasi.

"Yang keempat, perubahan lahan jangan terus terjadi. Sawah terus dibikin bangunan, perumahan, segala macam," katanya.

Tanpa langkah-langkah mendasar itu, semua upaya penanganan banjir hanya akan jadi solusi sesaat. Patching, bukan fixing.

"Kalau tidak dilakukan, itu [penanganan banjir] tidak bersifat jangka panjang, tidak akan pernah beres," ingatnya.

Di sisi lain, Dedi menegaskan satu hal yang kerap jadi polemik: penataan bantaran sungai. Rumah-rumah warga yang berdiri di sana, menurutnya, harus direlokasi.

"Rumah-rumah di bantaran sungai harus dialihkan. Tidak boleh lagi rumah di bantaran sungai," tegas Gubernur.

Pesan itu jelas. Tanpa perubahan mendasar, banjir di Bandung mungkin hanya akan jadi cerita usang yang terus berulang setiap musim hujan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar