Di tengah ketegangan yang masih menyelimuti Timur Tengah, Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan klarifikasi soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto. Usai serangan AS dan Israel ke Iran, Prabowo disebut siap turun tangan sebagai penengah. Namun begitu, tawaran itu punya satu syarat utama.
Kedua belah pihak Amerika Serikat dan Iran harus sepakat dulu untuk duduk berunding. Tanpa itu, semuanya percuma.
"Ya, seperti yang disampaikan bahwa jika kedua belah pihak berkeinginan, ya kita, Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator," ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa lalu.
Dia melanjutkan, "Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu (tak ingin ada negosiasi), ya kita kembalikan kepada mereka."
Intinya, Indonesia memang punya niat. Mereka menawarkan diri, menunjukkan kesiapan untuk jadi jembatan di tengah perbedaan yang tajam itu. Menurut Sugiono, posisi Indonesia jelas: ingin mendamaikan, ingin membantu menurunkan eskalasi. Tapi semua kembali pada kemauan politik dari Washington dan Tehran.
Artikel Terkait
Menlu: Presiden Prabowo Telpon Pemimpin Teluk, Indonesia Tawarkan Mediasi
Program Makan Bergizi Polri Dongkrak Semangat dan Kehadiran Siswa di SDN 07 Palmerah
UIN Jakarta Buka Pendaftaran Jalur SPAN-PTKIN 2026 Tanpa Tes Tertulis
BNPP RI Gelar Dialog Langsung dengan Calon Birokrat Muda di Wilayah Perbatasan