Pramono Anung Buka Peluang Perluas Layanan Transportasi Umum Gratis di Jakarta

- Kamis, 11 Juni 2026 | 10:56 WIB
Pramono Anung Buka Peluang Perluas Layanan Transportasi Umum Gratis di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka peluang untuk memperluas jumlah golongan masyarakat yang dapat menikmati layanan transportasi umum secara gratis di ibu kota. Wacana ini mengemuka di tengah proses pengkajian penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek yang tengah berlangsung.

Pramono menegaskan bahwa kebijakan tarif yang akan diterapkan nantinya tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat. Di sisi lain, pemerintah daerah berkomitmen untuk mengarahkan subsidi agar lebih tepat sasaran, khususnya kepada kelompok yang membutuhkan.

"Bahkan Pemerintah DKI Jakarta terus akan mengampanyekan bagi warga Jakarta 15 golongan dan kemungkinan akan kita tambah golongannya, akan kita gratiskan. Karena harus supaya subsidi silangnya itu lebih adil, bagi yang tidak mampu, gratis," ujar Pramono usai meninjau lahan bekas BPSDM di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).

Menurut politisi tersebut, masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang lebih baik nantinya akan dikenakan tarif yang sedikit lebih tinggi. Skema ini dirancang untuk mendukung mekanisme subsidi silang yang lebih berkeadilan. "Bagi yang mampu, ya bayarnya lebih tinggi sedikit," katanya.

Sementara itu, Pramono meluruskan anggapan bahwa seluruh tarif layanan Transjabodetabek akan naik secara seragam menjadi Rp10 ribu hingga Rp15 ribu. Ia menegaskan bahwa tidak semua rute akan mengalami kenaikan sebesar itu.

"Seakan-akan Transjabodetabek itu akan naik Rp10 sampai Rp15 ribu jadinya. Memang akan mengalami penyesuaian harga, terutama beberapa ruas yang panjang dan kemudian memerlukan tambahan," jelasnya.

Ia mencontohkan layanan menuju Bandara Soekarno-Hatta yang memiliki sejumlah biaya operasional tambahan, termasuk biaya parkir di beberapa titik. Selain itu, terdapat pula rute jarak jauh seperti menuju Bogor yang membutuhkan penyesuaian tarif.

Meski demikian, Pramono memastikan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan tetap memperhatikan daya beli masyarakat sebelum menetapkan tarif baru. "Tetapi tidak semua Transjabodetabek kenaikannya akan tinggi. Karena bagaimanapun, sebagai gubernur, saya juga mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam kondisi yang seperti ini," tuturnya.

Pramono menyebutkan bahwa besaran tarif baru masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan dalam waktu dekat. Ia berharap kebijakan ini mampu mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi umum tanpa membebani kelompok berpenghasilan rendah. "Nah, mengenai angkanya berapa, nanti pada saatnya, dalam waktu dekat ini kami umumkan," pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar