Kisah Pilu Pasangan Remaja Medan: Hidup di Rumah Kosong Hanya dengan Rp 7.000

- Jumat, 16 Januari 2026 | 16:00 WIB
Kisah Pilu Pasangan Remaja Medan: Hidup di Rumah Kosong Hanya dengan Rp 7.000

Video yang beredar di TikTok belakangan ini benar-benar bikin hati miris. Akun bernama apoteker_Ego mengunggahnya, dan dalam sekejap, kisah sepasang remaja ini langsung menyita perhatian. Bayangkan saja, mereka ditemukan tinggal di sebuah rumah kosong yang gelap dan lembap. Listrik? Tidak ada. Air? Juga tidak. Hanya mereka berdua, sendirian.

Menurut sejumlah saksi, warga sekitar yang penasaran akhirnya memutuskan untuk memeriksa rumah itu. Suasana mencekam langsung terasa begitu mereka masuk. Dengan cahaya dari ponsel yang menerangi sudut-sudut ruangan, terlihatlah dua sosok remaja duduk lesu di lantai. Wajah mereka pucat, tubuhnya tampak lemas. Keadaan mereka jauh dari kata baik.

Yang bikin geleng-geleng, pasangan yang diduga baru menikah muda itu mengaku cuma punya uang tujuh ribu rupiah saja. Cuma segitu! Untuk makan sehari-hari saja jelas tidak cukup, apalagi buat memenuhi kebutuhan lain. Rumah itu kosong melompong, tanpa persediaan makanan atau minuman. Sungguh memprihatinkan.

Kondisi itu bikin warga yang datang langsung terdiam. Mereka tak menyangka akan menemukan pemandangan seperti itu. Dari informasi yang beredar, pasangan ini diduga berasal dari Medan. Mereka kabur dari rumah, memilih untuk hidup berdua. Tapi alasan pastinya kenapa, itu masih jadi tanda tanya besar.

“Kasihan, tapi ini juga pelajaran buat yang lain. Menikah itu bukan sekadar soal cinta,” tulis seorang netizen.

Nah, keputusan mereka itu malah membawa ke situasi yang serba sulit. Tanpa persiapan apa-apa, hidup jadi terasa sangat berat. Video itu pun ramai dibahas warganet. Banyak komentar yang mengungkapkan rasa iba dan sedih. Mereka masih sangat belia, tapi sudah harus menghadapi kerasnya kehidupan.

Di sisi lain, banyak juga yang nyinyir. Tindakan pasangan remaja itu dinilai gegabah dan berisiko tinggi. Menikah muda tanpa bekal finansial dan mental yang matang dianggap seperti melompat ke jurang. Fenomena ini jadi pengingat keras bagi anak muda lainnya untuk berpikir panjang.

Perbincangan hangat terus berlanjut di berbagai platform. Intinya sih, banyak yang berharap ada pertolongan segera untuk kedua remaja itu. Mereka butuh pendampingan, butuh bimbingan agar tidak terpuruk lebih dalam. Semoga saja ada pihak yang turun tangan menangani kasus ini.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar