Portugal dan Uzbekistan sama-sama berada dalam situasi genting saat bersiap saling sikut di laga kedua Grup K Piala Dunia 2026. Pertandingan yang akan berlangsung di Houston Stadium pada Rabu, 24 Juni, pukul 00.00 WIB ini menjadi penentu bagi kedua tim yang tengah berjuang bangkit dari hasil buruk di laga perdana.
Tim asuhan Roberto Martínez memikul beban besar setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo. Hasil itu membuat persaingan di Grup K masih terbuka lebar, namun tekanan justru meningkat mengingat Kolombia sudah menanti di laga pamungkas. Dengan kata lain, laga kontra Uzbekistan menjadi titik kritis: Portugal wajib menang jika ingin melaju ke fase gugur dengan ongkos yang lebih ringan.
Di sisi lain, Uzbekistan juga datang dengan misi serupa. Kekalahan 2-0 dari Kolombia pada debut Piala Dunia mereka membuat langkah wakil Asia Tengah itu langsung terhambat. Jika kembali menelan kekalahan kedua secara beruntun, jalan menuju babak selanjutnya akan semakin terjal. Duel ini pun menjadi laga hidup-mati bagi kedua kesebelasan.
Untuk menghadapi tekanan itu, Roberto Martínez tak main-main. Ia kembali menurunkan skuad terbaiknya dengan satu perubahan mencolok di lini depan: João Félix masuk sebagai starter setelah pada laga sebelumnya hanya duduk di bangku cadangan. Lini serang tetap dipimpin sang kapten Cristiano Ronaldo yang akan berduet dengan Pedro Neto. Sementara itu, kreativitas permainan dipercayakan kepada trisula lini tengah yang diisi Vitinha, João Neves, dan Bruno Fernandes.
Berikut susunan pemain inti kedua tim:
Portugal: Diogo Costa; João Cancelo, Rúben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; João Neves, Vitinha; Pedro Neto, Bruno Fernandes, João Félix; Cristiano Ronaldo.
Uzbekistan: Abduvohid Nematov; Abdukodir Khusanov, Abdulla Abdullaev, Rustamjon Ashurmatov; Behruzjon Karimov, Otabek Shukurov, Odildzhon Khamrobekov, Sherzod Nasrulloev; Abbosbek Fayzullayev, Azizjon Ganiev; Eldor Shomurodov.
Artikel Terkait
Indonesia Dipastikan Absen dari Cabang Sepak Bola Asian Games 2026
Tiga Pejabat Bea Cukai Jadi Terdakwa Kasus Suap dan Gratifikasi Impor Rp71 Miliar
Warga Jakarta Bergerak dari Bawah Atasi Polusi Udara Lewat Inisiatif Komunitas
Polisi Tangkap Pria di Bandung yang Diduga Sekap dan Aniaya Pacar Selama Tiga Tahun