Kerusuhan Pecah di Stadion Lukas Enembe Usai Persipura Kalah, Suporter Rusak Fasilitas dan Bakar Kendaraan

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35 WIB
Kerusuhan Pecah di Stadion Lukas Enembe Usai Persipura Kalah, Suporter Rusak Fasilitas dan Bakar Kendaraan

Kerusuhan meletus di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026) malam, setelah pertandingan sepak bola antara Persipura Jayapura dan Adhyaksa FC berakhir. Suporter yang kecewa dengan kekalahan tim tuan rumah dengan skor 0-1 dilaporkan turun ke lapangan dan merusak sejumlah fasilitas umum.

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, mengungkapkan bahwa kericuhan mulai meledak segera setelah peluit panjang dibunyikan. Sejumlah massa dari tribun langsung memasuki area pertandingan dan melakukan pengejaran terhadap pemain Adhyaksa FC serta perangkat pertandingan. "Tidak lama setelah peluit panjang dibunyikan, sejumlah massa suporter yang berada di tribun turun ke lapangan dan melakukan pengejaran terhadap pemain Adhyaksa FC serta perangkat pertandingan," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (9/5).

Situasi di sekitar stadion yang berlokasi di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, itu kemudian berkembang semakin memanas. Massa tidak hanya melakukan pengejaran, tetapi juga merusak fasilitas umum dan membakar sejumlah kendaraan yang terparkir di area stadion. Menurut Cahyo, aksi perusakan dan pembakaran tersebut dipicu oleh tingginya emosi dan kekecewaan suporter terhadap hasil pertandingan yang dinilai merugikan tim Persipura Jayapura.

Personel gabungan TNI-Polri segera dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan massa dan mengamankan situasi. "Polda Papua bersama personel gabungan TNI-Polri segera melakukan langkah pengamanan, pengendalian massa, serta upaya pemulihan situasi guna mencegah meluasnya gangguan kamtibmas," kata Cahyo.

Setelah melalui proses pengamanan yang intensif, situasi di sekitar Stadion Lukas Enembe mulai berangsur kondusif sekitar pukul 23.45 WIT. Konsolidasi personel pengamanan kemudian dilakukan pada pukul 00.20 WIT untuk memastikan kondisi tetap terkendali.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar