Sebelum membaca, perlu diingat bahwa cerita ini bukanlah contoh untuk ditiru. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beban pikiran berat dan punya keinginan untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional. Bicaralah dengan psikiater, psikolog, atau hubungi layanan kesehatan mental terdekat.
Suasana perkebunan singkong di Rumpin, Bogor, yang biasanya tenang, mendadak berubah pilu Rabu pagi lalu. Seorang buruh tani berusia 45 tahun, yang dikenal dengan inisial T, ditemukan meninggal dunia di lahannya sendiri. Ia tergantung di sebuah pohon.
Menurut keterangan Kapolsek Rumpin, Kompol Suyoko, awal mula penemuan ini bermula dari niat baik seorang saksi. Pagi itu, sang saksi berniat mengantarkan nasi uduk untuk sarapan T.
"Ketika sampai di sebuah saung bahwa korban tidak ada di tempat," kata Suyoko, Kamis (22/1).
Karena orang yang dicari tak ada, saksi pun memutuskan pulang. Namun, tak lama berselang, sekitar pukul 08.15 WIB, kabar buruk datang dari ketua RT setempat. T ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, gantung diri di area perkebunan.
"Korban telah meninggal dunia dengan posisi gantung diri di pohon di perkebunan singkong miliknya," ucap Suyoko menjelaskan.
Mereka yang mendengar kabar itu langsung bergegas ke lokasi. Tak ayal lagi, kejadian menyedihkan ini kemudian dilaporkan ke polisi.
Tim kemudian turun untuk memeriksa TKP. "Setelah dilakukan cek TKP (tempat kejadian perkara), kemudian korban dibawa ke Puskesmas Rumpin untuk dilakukan pemeriksaan luar," tutur Suyoko.
Hasil pemeriksaan di puskesmas menunjukkan sesuatu yang muram: tak ada tanda-tanda kekerasan sama sekali di tubuh almarhum. Keluarga pun akhirnya mengambil keputusan. Jenazah diserahkan kepada mereka untuk dimakamkan, tanpa permintaan autopsi lebih lanjut.
Artikel Terkait
Polisi Periksa Sopir Taksi dan Masinis Usai Kecelakaan Maut di Perlintasan Bekasi, 16 Tewas
Prabowo Pastikan Danantara Lanjutkan Hilirisasi, Target 30 Proyek dan Serap 600 Ribu Tenaga Kerja
Presiden Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi di Cilacap, Pulang ke Jakarta Siang Ini
Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur, Kenangan Ayah untuk Sang Putri: Anak Tulang Punggung yang Tak Pernah Merepotkan