Kerusuhan Suporter Usai Persipura vs Adhyaksa FC, 25 Mobil Rusak dan 27 Motor Polisi Hilang

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:20 WIB
Kerusuhan Suporter Usai Persipura vs Adhyaksa FC, 25 Mobil Rusak dan 27 Motor Polisi Hilang

Sebanyak 25 unit mobil dilaporkan rusak berat hingga hangus terbakar dalam kericuhan suporter yang pecah setelah pertandingan antara Persipura Jayapura dan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua. Tidak hanya kendaraan sipil, aksi anarkis tersebut juga mengakibatkan 27 unit sepeda motor milik kepolisian dinyatakan hilang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Cahyo Sukarnito, mengungkapkan bahwa kerugian materiil yang ditimbulkan dalam insiden ini terbilang besar. Selain puluhan mobil yang dirusak dan dibakar, sebanyak sembilan unit sepeda motor juga turut menjadi sasaran amuk massa.

“Terdapat 25 mobil dirusak atau dibakar saat ricuh pertandingan Persipura versus Adhyaksa. Selain itu juga terdapat 27 sepeda motor milik polisi dinyatakan hilang,” ujar Cahyo kepada wartawan, Sabtu (9/5). “Kerugian materiil cukup besar, di antaranya kendaraan roda dua berjumlah 9 unit dibakar,” tambahnya.

Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal Polres Jayapura dan Tim Identifikasi dan Forensik Polda Papua telah melakukan olah tempat kejadian perkara di empat titik utama yang mengalami kerusakan paling parah. Berdasarkan hasil identifikasi sementara, area yang paling terdampak adalah fasilitas akuatik dan ruang kontrol video di dalam Stadion Lukas Enembe, di mana sejumlah kaca ditemukan pecah akibat lemparan batu dan benda keras dari arah suporter.

Pihak kepolisian menduga bahwa kericuhan yang terjadi usai kekalahan Persipura di kandang sendiri ini dimanfaatkan oleh sejumlah provokator. Kemarahan suporter atas hasil pertandingan memicu aksi perusakan yang meluas, termasuk pembakaran terhadap beberapa kios di sekitar stadion.

“Polda Papua akan melakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi provokasi maupun perusakan fasilitas umum selama kericuhan berlangsung,” tegas Cahyo.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar