Dinas Kesehatan DKI Jakarta masih mendalami dugaan keracunan massal yang menimpa belasan siswa setelah mengonsumsi menu makanan bergizi gratis di wilayah Pulogebang, Jakarta Timur, Jumat pekan lalu. Dugaan sementara mengarah pada satu jenis lauk yang dilaporkan memiliki rasa tidak lazim. Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan baru dapat diketahui pada pekan depan.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyebutkan bahwa sumber masalah diduga berasal dari pangsit isi tahu yang disajikan kepada para siswa. “Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa depan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).
Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama Dinas Pendidikan, sebanyak 252 siswa dilaporkan mengalami gejala setelah menyantap makanan tersebut. Dari jumlah itu, 188 siswa telah mengakses fasilitas kesehatan, sementara 26 orang lainnya masih menjalani perawatan hingga hari ini. Ani menegaskan bahwa gejala yang dialami para siswa bervariasi dan sebagian besar tidak bersifat berat. “Jangan 252-nya saja yang disebut, karena gejalanya memang beragam, banyak juga yang tidak berat,” katanya.
Di sisi lain, Dinkes DKI melalui Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulogebang, yang bertindak sebagai penyedia makanan. Langkah yang diambil mencakup inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan bagi penjamah makanan, serta penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Ani menjelaskan bahwa SPPG Pulogebang baru mulai beroperasi pada 31 Maret 2026. Berdasarkan ketentuan Badan Gizi Nasional, pengelola diberikan waktu tiga bulan untuk melengkapi SLHS. “IKL sudah dilakukan dan saat ini SPPG dalam proses perbaikan dan pelatihan bagi penjamah makanannya,” imbuhnya.
Sementara itu, para siswa yang masih dirawat tersebar di sejumlah rumah sakit. Rinciannya meliputi RS Citra Harapan Bekasi dengan 12 pasien, RS Ananda sebanyak 3 pasien, RSI Pondok Kopi 2 pasien, RS Resti Mulya 2 pasien, RS Firdaus 4 pasien, RSI Sukapura 2 pasien, dan RS Pekerja 1 pasien. Seluruh pasien saat ini menjalani perawatan di ruang rawat inap biasa.
Artikel Terkait
PDI-P Balik Serang Demokrat: Kritik Tak Harus Konstruktif, AHY Dinilai Beri Insinuasi
Menteri Hukum Paparkan Program Posbankum Desa di Forum Hukum Internasional Rusia
Lonjakan Harga Pertamax Dorong Anak Muda Jakarta Beralih ke Transportasi Umum demi Hemat Biaya
Ledakan Keras di Prambanan Bikin Warga Panik, Ternyata Kembang Api untuk Acara Prewedding