Indonesia Bidik Hadiah Nobel Lewat Manajemen Talenta Siswa

- Senin, 02 Februari 2026 | 16:06 WIB
Indonesia Bidik Hadiah Nobel Lewat Manajemen Talenta Siswa

Harapan itu besar. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meletakkan asa pada sebuah peraturan baru, Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid. Intinya, mereka ingin kebijakan ini jadi investasi jangka panjang. Bukan cuma untuk menciptakan siswa berprestasi, tapi lebih jauh: melahirkan anak bangsa yang suatu hari nanti bisa membawa pulang penghargaan Nobel.

Peraturan Menteri yang strategis ini dirancang untuk mengelola bakat, minat, dan kemampuan terbaik siswa. Caranya mesti terencana, terstruktur, dan tentu saja berkelanjutan, khususnya di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Peraturan ini sekaligus menggantikan aturan sebelumnya, Permendikbudristek Nomor 71 Tahun 2024.

Menurut Biyanto, Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen, fokus dari manajemen talenta ini tak melulu soal angka rapor atau olimpiade sains.

"Di samping kita ingin menyiapkan anak-anak didik kita untuk punya prestasi nasional dan internasional secara akademik, bahkan mudah-mudahan melalui Permen ini dan fasilitas kementerian, juga partisipasi serta yang dilakukan oleh berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, mudah-mudahan pada saatnya kita bisa melahirkan anak-anak bangsa kita yang bisa meraih hadiah Nobel," ujar Biyanto.

Pernyataan itu disampaikannya dalam silaturahmi dengan Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) di Jakarta Pusat, Senin (2/2) lalu.

Alasannya sederhana tapi mendasar. Biyanto menyadari satu fakta yang selama ini mengganjal.

"Rasanya belum pernah ya, Indonesia lahir dari bumi tercinta kita ini lahir meraih hadiah Nobel dalam berbagai bidang, belum pernah," katanya dengan nada lugas.


Halaman:

Komentar