Karena itulah, pengelolaan talenta sejak dini dianggap sebagai langkah strategis. Fondasi yang kuat harus dibangun sekarang. Apa yang ditanam hari ini, diharapkan bisa berbuah puluhan tahun mendatang. Bukan cuma untuk kejayaan pribadi, tapi untuk nama bangsa.
"Yang kita tanam hari ini, mudah-mudahan investasi jangka panjangnya pada akhirnya bisa melahirkan anak-anak hebat yang bukan hanya mengharumkan daerahnya masing-masing tapi juga melahirkan anak-anak yang bisa mengharumkan nama negara yang kita cintai ini di level dunia," tegas dia.
Di sisi lain, peluang itu diyakini terbuka lebar. Tak cuma di lab penelitian atau ruang kelas, tapi juga di gelanggang olahraga dan pentas seni budaya. Regulasi ini diharapkan jadi payung hukum yang membuat pengembangan potensi anak Indonesia bisa lebih terarah dan konsisten.
"Ada seni budaya, olahraga yang sangat banyak. Bahkan kami dengar beberapa cabang olahraga di Kementerian Olahraga diserahkan ke kita ya untuk kemudian pada saatnya nanti akan kita fasilitasi proses pembimbingannya," ucap Biyanto.
Namun begitu, soal penyerahan pembinaan cabang olahraga itu rupanya belum sepenuhnya final. Maria Veronica Irene, Kepala Pusat Prestasi Nasional, memberikan klarifikasi.
"Kemarin tahapannya masih dalam masa transisi, masih dalam pembahasan. Bukan dialihkan, artinya fokus pembinaan karena sasarannya murid. Makanya itu harapannya bisa didukung oleh Kemendikdasmen cabornya secara umum dikerjakan bareng, cuman ini sasarannya aja. Jika sasarannya anak-anak, Kemendikdasmen bisa "support"," jelasnya.
Jadi, semuanya masih dalam proses. Yang jelas, ambisinya sudah terpampang: menciptakan generasi penerus yang tak hanya bersinar di tingkat nasional, tapi juga di panggung paling bergengsi di dunia.
Artikel Terkait
Dua Mahkota Longsor di Gunung Burangrang Picu Bencana Dahsyat
Unit Pencegahan Gaza Gempur Geng Kolaborator, Sita Senjata Zionis
Said Didu Ungkap Isi 4 Jam Dialog Rahasia dengan Prabowo
Kuasa Hukum Beberkan Alasan Kliennya Ditahan dalam Kasus Penganiayaan di Acara Maulid Tangerang