Lapangan di Gaza kembali memanas. Unit "Pencegahan", yang dikenal sebagai ujung tombak pasukan keamanan perlawanan, baru saja merilis pernyataan keras. Isinya tentang dua operasi terpisah yang mereka sebut sukses besar.
Menurut sejumlah saksi, insiden pertama terjadi di Khan Younis. "Para pahlawan kita menyergap geng-geng kolaborator," bunyi pernyataan itu. Hasilnya? Banyak korban jiwa di pihak yang diserang. Situasinya kacau.
Yang menarik, dalam keributan di Khan Younis itu, para pejuang mendokumentasikan sesuatu. Beberapa anggota geng kabur begitu ketakutan. Mereka sampai meninggalkan senjata-senjata Zionis yang dibawa.
Di sisi lain, kota Gaza juga jadi lokasi operasi. Penyergapan kedua berjalan dengan pola serupa. Bedanya, kali ini pasukan berhasil menyita peralatan militer dari sel yang menjadi target. Rincian jenis peralatannya tidak dijelaskan lebih lanjut.
Pernyataan tersebut menegaskan satu hal dengan nada tegas: pengejaran terhadap kelompok-kelompok semacam ini tidak akan berhenti. Mereka berjanji akan membubarkan geng-geng kolaborator secara berkelanjutan, di seluruh penjuru Gaza. Pesannya jelas: tidak ada ruang aman bagi mereka yang dianggap bekerja sama dengan musuh.
Suasana kini mencekam. Dua insiden dalam beberapa jam saja menunjukkan intensitas operasi yang sedang berjalan. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Warga menunggu dengan perasaan campur aduk antara harap dan was-was.
Artikel Terkait
FAO Proyeksikan Stok Beras Indonesia Capai 7,5 Juta Ton, Berpotensi Kembali Ekspor
Puasa Tasua dan Asyura 2026: Jadwal, Niat, dan Keutamaan Menghapus Dosa Setahun
Indonesia Produsen Beras Terbesar ke-4 Dunia, Stok Nasional Tembus 5,2 Juta Ton
Marco Bezzecchi Didiskualifikasi dari MotoGP Ceko 2026 Usai Dorong dan Pukul Marshal