Di sisi lain, kota Gaza juga jadi lokasi operasi. Penyergapan kedua berjalan dengan pola serupa. Bedanya, kali ini pasukan berhasil menyita peralatan militer dari sel yang menjadi target. Rincian jenis peralatannya tidak dijelaskan lebih lanjut.
Pernyataan tersebut menegaskan satu hal dengan nada tegas: pengejaran terhadap kelompok-kelompok semacam ini tidak akan berhenti. Mereka berjanji akan membubarkan geng-geng kolaborator secara berkelanjutan, di seluruh penjuru Gaza. Pesannya jelas: tidak ada ruang aman bagi mereka yang dianggap bekerja sama dengan musuh.
Suasana kini mencekam. Dua insiden dalam beberapa jam saja menunjukkan intensitas operasi yang sedang berjalan. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Warga menunggu dengan perasaan campur aduk antara harap dan was-was.
Artikel Terkait
Anggota DPR Usul Larangan HP untuk Anak, Buka Kisah Pilu Korban Grooming
Wamenkes: Virus Nipah Mengintai, Indonesia Harus Siaga Penuh
Gapruk dan Kebebasan: Kisah Awan, Pemulung yang Lebih Takut Dikurung daripada Dihina
Surat Tanah Lawas Tak Berlaku Lagi, Ini Daftar Lengkapnya