Wamenkes: Virus Nipah Mengintai, Indonesia Harus Siaga Penuh

- Senin, 02 Februari 2026 | 21:06 WIB
Wamenkes: Virus Nipah Mengintai, Indonesia Harus Siaga Penuh

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menyuarakan alarm peringatan. Ancaman yang ia soroti bukan main-main: virus Nipah. Menurutnya, kewaspadaan ekstra mutlak diperlukan untuk mencegah virus mematikan itu menyentuh tanah air.

Benyamin mengingatkan, wabah ini sudah lebih dulu muncul di India. "Kasusnya muncul sejak September tahun lalu," ujarnya.

"Ada dua kasus di India, tapi India tahu bahwa itu sangat infeksius dan mematikan."

Pernyataan itu ia sampaikan di sekitar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (2/2) lalu. Dari situ, ia menggambarkan respons cepat otoritas India. Begitu terdeteksi, langkah tegas langsung diambil. Mereka tak main-main, memberlakukan lockdown yang ketat untuk mengurung penyebaran.

"Tapi virus Nipah itu langsung mereka memberlakukan lockdown kencang supaya jangan sampai lepas," jelas Benyamin.

Ia juga menyoroti kewaspadaan negara tetangga. "Kalau Thailand sangat kencang tuh di airport-nya," tambahnya, mengapresiasi langkah pencegahan di pintu masuk.

Untuk Indonesia sendiri, Benyamin mengaku bersyukur. Sampai detik ini, virus Nipah belum terdeteksi masuk. "Kita bersyukur sampai hari ini belum sampai Indonesia," katanya.

Namun begitu, rasa syukur itu tak lantas membuatnya lengah. Ada harapan sekaligus doa dalam nada bicaranya. "Moga-moga jangan sampailah, karena bisa sangat mengganggu."

Peringatannya jelas. Kewaspadaan tak boleh kendur. Di sisi lain, kontrol ketat di berbagai pintu masuk menjadi kunci utama. "Ya harus waspada," tegas Benyamin.

"Oleh karena itu memang controlling ketat itu paling penting."

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar