Kemacetan Parah Landa Akses KBN Marunda Cilincing Akibat Lonjakan Volume Kendaraan

- Kamis, 07 Mei 2026 | 11:50 WIB
Kemacetan Parah Landa Akses KBN Marunda Cilincing Akibat Lonjakan Volume Kendaraan

Kemacetan panjang menyelimuti kawasan Cilincing, Jakarta Utara, tepatnya di Jalan Marunda Makmur, pada Kamis pagi. Ruas jalan yang menjadi akses utama menuju Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda itu lumpuh akibat tingginya volume kendaraan yang keluar masuk kawasan industri tersebut.

Petugas Satlantas Polres Metro Jakarta Utara yang berada di lokasi melaporkan bahwa titik kemacetan terparah terjadi di persimpangan menuju Kebon Baru. Kendaraan dari arah Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang hendak berbelok ke KBN Marunda turut memperparah kondisi lalu lintas.

“Jadi kendala keluar masuk di KBN Marunda mengarah Kebon Baru. Kemudian juga ada kendaraan yang dari STIP lanjut belok KBN Marunda,” ujar seorang petugas Satlantas Polres Metro Jakarta Utara melalui video yang diterima, Kamis (7/5/2026).

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Ridha Aditya, menjelaskan bahwa lonjakan volume kendaraan menjadi penyebab utama kemacetan. Menurutnya, kepadatan mulai terasa sejak pukul 09.00 WIB dan baru terurai sekitar pukul 10.30 WIB.

“Volume kendaraan arus lalu lintas yang keluar masuk KBN Marunda,” kata Ridha saat dikonfirmasi.

“Peningkatan volume arus lalu lintas yang keluar masuk KBN Marunda mulai pukul 09.00 WIB, sekitar pukul 10.30 WIB sudah mulai lancar terkendali,” terangnya.

Di lokasi, personel Satlantas terus melakukan pengaturan arus kendaraan untuk mengurai kepadatan. Meskipun lalu lintas mulai mengalir normal, petugas masih bersiaga mengingat volume kendaraan trailer kontainer masih tergolong padat.

“Situasi arus lalu lintas sampai saat ini masih mengalir terkendali walaupun volume kendaraan trailer kontainer cukup padat. Personel Satlantas Jakarta Utara masih melakukan pengaturan di lokasi KBN Marunda untuk mengurai volume arus lalu lintas,” imbuh Ridha.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar