Met Gala 2026 menghadirkan pemandangan yang tak lazim. Ajang yang selama ini identik dengan para diva musik dan bintang film papan atas yang mengenakan gaun spektakuler justru menjadi panggung bagi para bos perusahaan teknologi. Perubahan ini tidak hanya mengejutkan, tetapi juga membawa dampak besar pada pencapaian finansial acara tersebut.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Met Gala berhasil mengumpulkan dana sebesar 42 juta dolar AS atau sekitar Rp690 miliar. Angka ini melampaui rekor tahun sebelumnya yang mencapai 31 juta dolar AS. Menariknya, lonjakan dana tersebut sebagian besar berasal dari perusahaan-perusahaan teknologi di Silicon Valley.
Sponsor utama acara tahun ini bukanlah rumah mode atau studio Hollywood, melainkan Jeff Bezos dan Lauren Sánchez Bezos, yang dilaporkan menyumbang 10 juta dolar AS. Selain itu, Amazon, Meta, OpenAI, dan Snapchat masing-masing membeli meja seharga 350.000 dolar AS. Harga tiket individu pun naik menjadi 100.000 dolar AS, dari sekitar 75.000 dolar AS pada tahun sebelumnya.
Perubahan ini menandai pergeseran signifikan bagi acara yang secara tradisional didefinisikan oleh supermodel, aktor, dan musisi. Selama beberapa dekade, daftar tamu Met Gala seperti daftar bangsawan hiburan dan mode. Namun, tahun ini berbeda. Para CEO dan pendiri teknologi justru menjadi pusat perhatian.
Di antara nama-nama yang berjalan di karpet merah adalah Pendiri Snapchat Evan Spiegel, CEO Instagram Adam Mosseri, pendiri Google Sergey Brin, kepala kemitraan OpenAI Charles Porch, serta eksekutif Amazon Christine Beauchamp dan Jenny Freshwater. Bahkan, CEO Meta Mark Zuckerberg menghadiri Met Gala untuk pertama kalinya, meskipun ia dan Bezos memilih untuk melewatkan karpet merah dan memasuki museum dengan tenang. Sementara itu, Lauren Sánchez Bezos tetap berjalan di atas panggung dengan mengenakan gaun Schiaparelli.
Keterkaitan Met Gala dengan teknologi sebenarnya bukanlah hal baru. Amazon pertama kali mensponsori acara tersebut pada tahun 2012, dan Apple, Instagram, Yahoo, serta TikTok semuanya terlibat di tahun-tahun berikutnya. Namun, pada tahun 2026, teknologi menjadi pusat perhatian. Ini adalah pertama kalinya tokoh teknologi menjadi sponsor utama, dan untuk pertama kalinya perusahaan teknologi besar membeli meja di acara yang sama.
Tema Met Gala tahun ini adalah "Seni Kostum," dengan kode berpakaian "Mode Adalah Seni." Kehadiran para pemimpin industri teknologi di tengah tema tersebut menunjukkan bagaimana batas antara dunia fashion dan inovasi semakin kabur.
Artikel Terkait
Kiai Pencabul Puluhan Santriwati di Pati Ditangkap di Wonogiri setelah Buron ke Jakarta
Kecelakaan Bus AKAP di Musi Rawas Utara Tewaskan 16 Orang, Tiga di Antaranya Kru
Ular Sanca Batik 4 Meter Dievakuasi dari Rumah Warga Kalideres
Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 Rampungkan Seleksi 15 Kandidat Terbaik dari Lima Kategori