Emas dari Thailand, Buah Perjuangan Seorang Rizqi
Haru dan bangka membanjiri diri Muhammad Rizqi Maulana. Di Thailand, atlet judo asal Karawang, Jawa Barat itu, baru saja mengalungkan medali emas SEA Games 2025 di lehernya. Prestasi yang tak datang tiba-tiba. Ini adalah puncak dari perjalanan panjang yang penuh liku.
Di final, tantangannya berat. Ia harus berhadapan dengan juara bertahan asal Vietnam. Tekanan ada di mana-mana. Namun, Rizqi justru tampil gemilang. Dengan teknik dan mental baja, ia berhasil menaklukkan sang lawan.
“Saya percaya dan yakin sama diri sendiri. Kuncinya memang dari diri kita sendiri,”
ungkap Rizqi, menegaskan pondasi kemenangannya.
Menurutnya, selain kepercayaan diri, ketenangan adalah senjata rahasia. Ia berusaha keras untuk tidak terpancing emosi. Fokusnya satu: menguasai alur pertandingan sejak detik-detik pertama.
“Saya berusaha tenang, tidak terpancing emosi, dan menguasai lawan terlebih dahulu,”
tuturnya lagi.
Namun begitu, jalan menuju podium itu jauh dari mulus. Sebelum turun ke tatami, ia sudah harus berperang melawan timbangan dan rasa sakit. Program latihan intensif dengan risiko cedera selalu mengintai. Tantangan terberatnya justru ada di sini.
“Tantangan terberat sebelum bertanding itu menurunkan berat badan. Program latihan juga sangat tinggi, jadi ada rasa takut cedera,”
kenang Rizqi.
Itulah mengapa, medali emas ini rasanya lebih dari sekadar kemenangan olahraga biasa. Ini adalah simbol kemenangan atas diri sendiri. Sebuah bukti nyata dari setiap tetes keringat dan pengorbanan.
“Ini bukti dari semua pengorbanan: capek, sakit, jatuh, bangun. Ini kemenangan atas diri sendiri,”
katanya dengan penuh perasaan.
Di balik sosoknya yang tangguh di atas matras, Rizqi tak lupa menyebut orang-orang terdekat. Dukungan tanpa henti dari kedua orang tua, serta bimbingan pelatih dan tim, adalah penyemangat yang tak ternilai harganya. Mereka adalah bagian tak terpisahkan dari cerita sukses ini.
Kini, dengan emas SEA Games 2025 tergenggam, langkahnya terasa lebih mantap. Catatan manis ini tentu jadi motivasi besar untuk melanjutkan perjuangan di kancah yang lebih tinggi, di dunia olahraga internasional.
Perlu diketahui, sang juara adalah anak tunggal. Di luar dunia judo, ia juga aktif menimba ilmu sebagai mahasiswa Program Studi Sistem Informasi di Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) kampus Karawang. Sebuah keseimbangan hidup yang patut diacungi jempol.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares