Perekonomian Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen di Triwulan I 2026, Ditopang Sektor Pemerintahan dan Konsumsi Publik

- Kamis, 07 Mei 2026 | 11:00 WIB
Perekonomian Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen di Triwulan I 2026, Ditopang Sektor Pemerintahan dan Konsumsi Publik

Perekonomian Sulawesi Selatan pada triwulan pertama tahun 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,88 persen secara tahunan, menandai awal tahun yang solid bagi daerah yang menjadi salah satu andalan ekonomi di kawasan timur Indonesia tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp191,28 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp104,07 triliun. Angka ini menunjukkan tren pertumbuhan yang tetap kuat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Meskipun secara triwulanan ekonomi Sulawesi Selatan mengalami kontraksi sebesar 3,30 persen akibat faktor musiman, struktur ekonomi daerah dinilai masih solid. Sebagian besar sektor usaha tetap mencatatkan pertumbuhan positif, menunjukkan daya tahan fundamental ekonomi daerah.

Pertumbuhan pada awal tahun ini banyak ditopang oleh sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang melesat hingga 20,56 persen secara tahunan. Sektor Jasa Lainnya juga mencatat peningkatan signifikan sebesar 11,67 persen, diikuti oleh Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh 11,43 persen, serta Informasi dan Komunikasi sebesar 10,03 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan didorong oleh lonjakan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang mencapai 35,14 persen secara tahunan. Sementara itu, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tetap stabil dengan pertumbuhan 5,07 persen. Investasi daerah yang tercermin dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto juga menguat sebesar 6,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian Sulawesi Selatan dengan sumbangan mencapai 23,71 persen terhadap total PDRB. Kontribusi besar lainnya berasal dari sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 15,31 persen, disusul sektor Industri Pengolahan yang menyumbang 12,39 persen. Keragaman struktur ekonomi ini dinilai mampu beradaptasi terhadap dinamika pasar dan kondisi ekonomi nasional.

Di sisi eksternal, ekspor barang dan jasa Sulawesi Selatan pada triwulan I-2026 juga tumbuh sebesar 3,77 persen, memperkuat posisi daerah ini sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Syamsul, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang mencapai 6,88 persen ini menunjukkan bahwa arah kebijakan pembangunan yang difokuskan pada sektor produktif dan penciptaan lapangan kerja mulai memberikan hasil nyata. Pemerintah Provinsi akan terus menjaga momentum ini agar pertumbuhan tetap berkualitas dan inklusif,” kata Syamsul dalam keterangan yang dikutip pada Kamis (7/5/2026).

Syamsul menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan terus memperkuat program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan menjaga stabilitas ekonomi daerah. Menurutnya, konsistensi kebijakan menjadi faktor penting agar tren pertumbuhan positif ini dapat dipertahankan hingga akhir tahun anggaran 2026.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar