Sopir Inara Rusli Ungkap Kronologi Pengambilan CCTV di Bareskrim

- Senin, 02 Februari 2026 | 20:15 WIB
Sopir Inara Rusli Ungkap Kronologi Pengambilan CCTV di Bareskrim

Agung, sopir pribadi Inara Rusli, ternyata adalah orang pertama yang memegang rekaman CCTV itu. Ia diperiksa sebagai saksi di Bareskrim Polri, Senin (2/2/2026), terkait laporan ilegal akses yang dilaporkan oleh majikannya sendiri. Posisinya unik; selain menyetir, Agung juga sering turun tangan mengurusi hal-hal teknis di rumah tersebut, termasuk soal perangkat keamanan.

Kuasa hukumnya, Sukardi, hadir mendampingi. Ia menjelaskan, pemeriksaan hari ini intinya untuk mengungkap kronologi awal bagaimana rekaman itu bisa diambil. "Agenda hari ini adalah pemeriksaan saksi atas nama Agung Eko Maryanto terkait laporan Inara, Illegal Access," ujar Sukardi kepada awak media yang menunggu di lokasi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap bahwa Agung memang yang pertama mendapatkan rekaman. Tapi, alur lengkap pergerakan rekaman setelah itu masih jadi bahan penyelidikan yang digali lebih dalam oleh penyidik.

Lantas, apa yang memicu pengambilan rekaman itu? Sukardi menegaskan kliennya tak punya niat jahat. Semuanya berawal dari situasi yang dianggap mencurigakan.

"Tidak ada niat jahat dalam pengambilan CCTV tersebut," katanya tegas.

Ceritanya begini: seorang asisten rumah tangga berinisial Y memberi tahu Agung tentang suara laki-laki yang terdengar dari lantai tiga rumah. Mendapat laporan itu, Agung tak langsung bertindak. Ia berdiskusi dulu dengan beberapa orang di rumah, termasuk Y si ART dan seorang lain berinisial VA.

Nah, dari diskusi itulah kemudian muncul permintaan untuk mengambil rekaman. Menurut pengacara itu, permintaan datang dari VA. Bukan dari Inara Rusli, dan bukan pula dari Virgoun.

"Inara tidak pernah menyuruh dan juga tidak pernah melarang pengambilan CCTV," jelas Sukardi, mempertegas posisi Agung yang seolah terjepit di antara perintah.

Soal kerja, Agung memang sopir. Tapi jangan salah, urusan perawatan CCTV pun pernah ia tangani. Jauh sebelum kasus ini ramai, ia bahkan pernah mengganti dan memperbaiki perangkat tersebut, termasuk memori-nya, sebagai bagian dari perawatan rutin.

Ada juga isu yang beredar bahwa rekaman CCTV itu sempat diperjualbelikan. Tudingan ini dibantah keras oleh kuasa hukum. Kata Sukardi, Agung sama sekali tidak mendapat keuntungan materi dari hal itu.

"Agung tidak pernah menerima uang atau fasilitas apa pun terkait CCTV," tegasnya lagi.

Pemeriksaan hari ini juga menyentuh hubungan kerja Agung dengan Inara dan Virgoun, serta menelusuri prosedur pengambilannya. Yang menarik, sejak kasus ini bergulir, Agung sudah tak lagi bekerja di rumah itu. Konon, Virgoun yang memutuskan hubungan kerja, dengan alasan agar Agung tidak semakin terseret dalam proses hukum yang berlarut-larut.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler