Tanah Bergerak di Bogor, Sebelas Rumah Retak
Hujan yang mengguyur cukup lama ternyata membawa dampak serius di Kabupaten Bogor. Lebih tepatnya, di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang. Kontur tanah di sana yang memang labil akhirnya tak bisa menahan beban, mengakibatkan pergeseran tanah.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat dini hari, pukul satu. Menurut laporan BNPB, pergerakan tanah ini membuat sebelas rumah warga rusak. Kerusakannya dikategorikan ringan, tapi tetap saja mengganggu. Dampaknya dirasakan oleh 57 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan penjelasan lewat keterangan tertulis.
"Hujan dengan durasi cukup lama disertai kondisi kontur tanah yang labil mengakibatkan terjadinya pergeseran tanah," ujarnya.
"Kejadian ini menyebabkan 11 rumah warga mengalami kerusakan ringan dan berdampak pada 57 jiwa," lanjut Muhari.
Nah, yang jadi perhatian sekarang adalah kondisi rumah-rumah itu. Hasil kaji cepat dari BPBD Kabupaten Bogor menunjukkan retakan di beberapa titik pada kesebelas bangunan tersebut. Situasinya mencemaskan. Kalau hujan turun lagi, kerusakan bisa bertambah parah.
Petugas di lapangan sudah bergerak. Mereka berkoordinasi dengan perangkat desa untuk memantau perkembangan dan mengawasi cuaca. Warga pun diimbau waspada. Jika merasa kondisi memburuk, evakuasi mandiri disarankan untuk segera dilakukan. Langkah antisipasi jelas diperlukan, mengingat musim hujan masih berlangsung.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun