Perjalanan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, ke Aceh Tamiang Rabu malam itu bukanlah perjalanan biasa. Ia membawa bantuan, tapi yang lebih dulu menyambutnya adalah bau menyengat yang menggantung di udara gelap. Bau itu menusuk, mengganggu, dan sumbernya masih misterius apakah dari bangkai hewan, atau mungkin hal lain yang lebih mengerikan.
Mualem, begitu ia akrab disapa, tiba sekitar pukul 11 malam setelah menempuh jalur darat dari Lhokseumawe. Begitu masuk wilayah kabupaten yang dilanda banjir dan longsor itu, suasana berubah total. Gelap gulita menyelimuti karena listrik padam. Di bawah cahaya kendaraan, jalanan tampak seperti lapisan lumpur tebal, dengan beberapa mobil teronggok tak berdaya di pinggirnya. Pemandangan yang suram dan mencekam.
Kondisi semakin memilukan ketika rombongan sampai ke Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru. Kampung itu seperti habis dihajar amukan alam. Rumah-rumah warga rusak parah. Beberapa bahkan nyaris rata dengan tanah, hanya fondasi yang tersisa, berserakan bagai mainan yang dihancurkan.
Menyaksikan langsung kehancuran itu, Gubernur tak bisa menyembunyikan perasaannya.
Artikel Terkait
MK Tegaskan Jalan Buka bagi Polisi Aktif Duduki Jabatan Sipil
Sindikat Love Scam dari Tangerang Incar Warga Korea dengan Rekaman Intim
Kampus dan Kementerian HAM Kolaborasi, Tanam Nilai HAM Berbasis Budaya Papua
Pramono Anung Siapkan Rute Baru Transjabodetabek ke Bandara dan Jababeka