Para menteri luar negeri Liga Arab bakal menggelar pertemuan darurat. Rapat penting ini dijadwalkan hari Minggu (8/3), dan agenda utamanya jelas: membahas serangan Iran yang menyasar sejumlah negara anggota.
Menurut kabar yang beredar, pertemuan akan digelar secara virtual lewat konferensi video. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Sekjen Liga Arab, Hossam Zaki, seperti dilaporkan kantor berita AFP, Sabtu (7/3/2026).
Permintaan untuk mengadakan rapat darurat itu datang dari beberapa negara, antara lain Kuwait, Arab Saudi, dan Qatar. Tak cuma mereka, Oman, Yordania, serta Mesir juga ikut mendesak.
Latar belakangnya tentu situasi panas di Timur Tengah yang makin mencekam. Semuanya memanas setelah pasukan AS dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran akhir Februari lalu. Balasannya, Iran tak tinggal diam. Mereka meluncurkan serangan balasan ke Israel dan juga pangkalan militer Amerika di beberapa negara Teluk.
Sekjen Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, sudah lebih dulu menyuarakan kecaman keras. Baginya, serangan Iran itu sangat tercela.
“Ini bukan cuma pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan Piagam PBB,” tegasnya.
“Tapi juga serangan terhadap prinsip-prinsip bertetangga baik.”
Dia melanjutkan, aksi Iran itu menciptakan keadaan permusuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Teheran dan negara-negara tetangga Arabnya.
“Ini adalah kesalahan strategis Iran yang serius,” pungkas Aboul Gheit.
“Dan saya harap mereka segera memperbaikinya dengan menghentikan serangan ini.”
Artikel Terkait
BNI Pastikan Kembalikan Dana Rp 28 Miliar Milik CU Paroki Aek Nabara Secara Penuh
Wamendagri: Regulasi Tata Ruang Jadi Fondasi Pengembangan Kereta Api di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi
DOKU Ubah Sampah Makanan Kantor Jadi Kompos Lewat Program Green Pantry
Hari Kartini, Relawan Joki Bumil Bantu Ibu Hamil Dapatkan Akses Prioritas di Transportasi Umum Jakarta