Harga minyak sawit mentah atau CPO terus merangkak naik. Bahkan, dalam dua hari terakhir hingga Jumat kemarin, komoditas andalan ini mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan. Tak cuma itu, secara mingguan pun performanya luar biasa.
Kontrak CPO untuk pengiriman Mei di bursa Malaysia, misalnya, ditutup melonjak 3,8 persen ke level 4.365 ringgit per ton. Kalau dilihat dari awal pekan, kenaikannya mencapai 8,04 persen. Angka ini jadi yang terbesar sejak akhir November 2024 lalu. Cukup fantastis.
Lalu, apa yang mendorongnya? Ternyata ada beberapa faktor. Menurut analis dari PhillipCapital yang dikutip Dow Jones, sentimen di pasar Asia memang sedang kuat. Kenaikan harga minyak mentah jadi salah satu pendorong utamanya. Belum lagi kekhawatiran soal pasokan dari Timur Tengah yang makin runyam.
Eskalasi serangan AS dan Israel ke Iran terus bikin was-was. Gangguan pasokan minyak dari kawasan itu otomatis mendongkrak harga energi global ke level yang lebih tinggi.
Nah, kondisi ini rupanya ikut menyokong CPO. Kok bisa? Sederhananya, saat harga minyak bumi mahal, daya tarik minyak sawit sebagai bahan bakar nabati alternatif jadi ikut menguat. Pasar seolah mencari pengganti yang lebih terjangkau.
Artikel Terkait
Lonjakan Harga Minyak Global Gagal Dongkrak Sektor Energi di Tengah Amukan IHSG
Menkeu Tegaskan THR Karyawan Swasta Tetap Kena Pajak, Sarankan Protes ke Perusahaan
Emas Rebound di Akhir Pekan, Tapi Catat Penurunan Mingguan Pertama dalam Lima Pekan
Harga Emas Antam Naik Rp35.000 per Gram, Tembus Rp3 Jutaan