Kemenangan dramatis diraih Garudayaksa FC pada partai final Championship 2025/2026. Berlaga di kandang lawan, Stadion Maguwoharjo, Sabtu malam (9/5/2026), tim milik Presiden Prabowo Subianto itu menundukkan tuan rumah PSS Sleman melalui adu penalti dengan skor 4-3, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 sepanjang waktu normal dan babak tambahan. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kontribusi sejumlah pemain yang sebelumnya memperkuat klub-klub besar Tanah Air, seperti PSM Makassar, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta.
Nama-nama seperti Manda Cingi dan Everton Nascimento yang pernah berseragam PSM Makassar, Andik Vermansah serta Rizky Dwi Pangestu dari Persebaya Surabaya, serta Feby Eka, Braif Fatari, dan Taufik Hidayat dari Persija Jakarta menjadi tulang punggung skuad Garudayaksa FC. Perpaduan pengalaman mereka di panggung sepak bola nasional menjadi modal berharga dalam menghadapi tekanan pertandingan final yang berlangsung ketat.
Jalannya pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Garudayaksa FC unggul lebih dulu melalui gol Alfin Kelilauw pada menit ke-23. Keunggulan tim berjuluk Spirit of Garuda itu bertambah setelah Everton Nascimento sukses mengeksekusi tendangan penalti pada menit ke-37. Namun, PSS Sleman yang dilatih Ansyari Lubis tidak tinggal diam. Tim tuan rumah memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 melalui gol Gustavo Tocantins.
Tekanan terus dilancarkan PSS Sleman hingga menit-menit akhir. Petaka bagi Garudayaksa FC datang pada menit ke-90 3, ketika Gustavo Tocantins kembali menjebol gawang lawan. Gol kedua striker asal Brasil itu memaksa skor menjadi 2-2 dan pertandingan berlanjut ke babak tambahan 2×15 menit. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada tambahan gol dari kedua kesebelasan.
Babak adu penalti menjadi penentu. Garudayaksa FC tampil lebih tenang dan unggul 4-3 dalam tos-tosan. Kegagalan Gustavo Tocantins mengeksekusi penalti menjadi pukulan telak bagi PSS Sleman. Alhasil, tim tamu berhak membawa pulang gelar juara, sementara PSS harus menerima kekalahan pahit di hadapan pendukungnya sendiri.
Pelatih Garudayaksa FC, Widodo C. Putro, menegaskan bahwa kemenangan ini adalah hasil kerja keras seluruh pemain dan strategi matang yang diterapkan sepanjang pertandingan.
“Kemenangan ini adalah buah dari kerja keras dan semangat juang tim. Kami bangga bisa membawa Garudayaksa FC promosi sekaligus menjadi juara,” jelas Widodo C. Putro saat ditemui usai pertandingan.
Dalam laga tersebut, kedua tim menurunkan formasi 4-3-3. PSS Sleman diperkuat Ega Rizky Praman di bawah mistar, lini belakang diisi Kevin Gomes, Fachruddin Aryanto, Iman Fathurohman, dan Saiful Jorge. Sementara itu, lini tengah dan depan dihuni Dominikus Dion, Figo Dennis, Frederic Injai, Riko Simanjuntak, Gustavo Tocantins, serta Terens Puhiri. Garudayaksa FC menempatkan Yoewanto Stya Beny sebagai penjaga gawang, dengan barisan pertahanan Bagus Nirwanto, Vytas Gaspuitis, Komang Tri, dan Alfin Faiz. Di lini tengah dan depan, Adittia Gigis, Asep Berlian, Christian Frydek, Andik Vermansah, Everton Nascimento, serta Feby Eka Putra menjadi andalan.
Artikel Terkait
Marc Marquez Dipastikan Absen di MotoGP Prancis dan Catalunya Akibat Patah Tulang Kaki
Timnas Indonesia U-17 Hadapi Qatar di Laga Krusial Piala Asia, Kemenangan Buka Peluang ke Perempat Final
PSM Makassar Aman dari Degradasi Berkat Hasil Imbang Persis vs Persebaya, Meski Kalah Telak dari Arema
Garudayaksa FC Juarai Championship 2025-2026 Usai Kalahkan PSS Sleman Lewat Adu Penalti