Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi meluncurkan Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI) di kantor Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) partai tersebut, yang berlokasi di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada Sabtu (9/5). Program ini dirancang sebagai wadah pembentukan kader-kader muda yang kelak diharapkan mampu memimpin bangsa dengan landasan spiritual dan visi yang kuat.
Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa APMI bukan sekadar ajang pelatihan politik biasa. Ia berharap program ini menjadi ruang lahirnya calon pemimpin bangsa yang memiliki ruh perjuangan yang kokoh.
"Jangan berpikir ingin menggores tinta sejarah tanpa menancapkan iman di dada sebagai ruh perjuangan. Jadilah pemimpin yang kuat spiritualitas dan visioner," ujar Almuzzammil di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kader yang lahir dari APMI tidak boleh semata-mata mengejar kemenangan elektoral. Menurutnya, tujuan utama program ini jauh melampaui ambisi politik jangka pendek.
"APMI itu simbol dan peneguhan sikap bahwa PKS ingin melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa, bukan sekadar memenangkan kursi dan kepentingan elektoral," kata legislator DPR RI itu.
Di akhir sambutannya, Almuzzammil berpesan kepada para peserta untuk menjadi pemimpin yang memiliki akar nilai dan kebermanfaatan yang kuat bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya fondasi yang kokoh dalam diri seorang calon pemimpin.
"Jadilah pemimpin yang berakar kuat, bukan pemimpin yang melayang. Kuat akar nilai, spiritualitas, kepedulian, dan kebermanfaatan untuk sesama," tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan, Aang Kunaifi, menyampaikan bahwa salah satu tugas fundamental partai politik adalah menyiapkan orang-orang terbaik untuk memimpin di masa depan. Ia menilai APMI merupakan jawaban atas kebutuhan tersebut.
"Sebab, salah satu pekerjaan penting partai politik adalah menyiapkan orang-orang untuk menjadi pemimpin," ujar Aang.
Ia menjelaskan bahwa semangat yang diusung APMI adalah gairah untuk terus mengembangkan diri bagi kader muda PKS. Menurutnya, kesempatan menjadi pemimpin dapat hadir dalam situasi apa pun, baik normal maupun penuh tantangan.
Melalui APMI, PKS ingin menegaskan bahwa partai politik tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga fokus mempersiapkan pemimpin-pemimpin terbaik yang mampu memberikan kontribusi nyata untuk rakyat. Aang menambahkan bahwa program ini dirancang sebagai sebuah gerakan, bukan sekadar acara seremonial belaka.
"APMI bukan sekadar program atau launching semata, tetapi sebuah gerakan. Kami berharap semangat ini menyebar ke seluruh negeri, menjadi semangat anak muda PKS untuk terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa," kata dia.
Artikel Terkait
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Pesisir Venezuela, Warga Panik dan Evakuasi Besar-besaran
Bosnia-Herzegovina Kalahkan Qatar 3-1, Jaga Asa Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Kecelakaan Mobil di Tapanuli Utara Bongkar Pengiriman 112 Kg Ganja dari Madina ke Medan
Lebih dari 5.000 Peserta Program Magang Nasional Langsung Ditawari Kerja