Jendela transfer Super League 2025/2026 tinggal hitungan hari lagi. Suasananya? Panas. Dan di Surabaya, satu nama mulai ramai dibicarakan: Ragnar Oratmangoen.
Pemicunya jelas, yaitu pernyataan terbuka dari pelatih Persebaya, Bernardo Tavares. Dia tak menutup kemungkinan ada pemain baru yang datang sebelum bursa tutup pada 6 Februari 2026 nanti.
“Jendela transfer masih berlangsung sampai tanggal 6 Februari 2026,” ujar Bernardo, seperti dikutip dari fanbase @emosijiwakucom.
“Selama belum ditutup, semua kemungkinan masih bisa terjadi. Bisa saja tidak ada pemain yang datang, atau justru ada tambahan. Kita lihat saja perkembangannya.”
Pernyataan itu, meski terkesan hati-hati, langsung memantik banyak tafsir. Banyak yang membaca itu sebagai sinyal bahwa Persebaya masih aktif berburu, khususnya untuk pemain lokal atau keturunan yang dinilai lebih masuk akal ketimbang mendatangkan pemain asing baru.
Nah, di sinilah nama Ragnar Oratmangoen muncul ke permukaan.
Pemain Timnas Indonesia yang kini membela FCV Dender di Belgia itu sedang tidak dalam situasi ideal. Musim ini, perannya sangat minim. Cuma 10 penampilan dengan total 220 menit, plus satu gol. Kontraknya juga tinggal enam bulan lagi. Wajar kalau dia dikabarkan ingin cari klub baru, dan Indonesia adalah opsi yang sangat mungkin.
Sebelumnya, rumor sempat mengaitkannya dengan Persija Jakarta. Tapi belakangan, pembicaraan justru mengerucut ke dua klub lain: Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.
Masing-masing punya daya tarik sendiri.
Persib punya Bojan Hodak, pelatih yang dikenal jago memoles pemain bertipe eksplosif seperti Ragnar. Gaya bermainnya yang fleksibel, bisa sebagai winger atau second striker, sepertinya cocok dengan skema Hodak.
Tapi jangan remehkan faktor dari Surabaya. Di sana ada Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal ini punya rekam jejak bagus dalam membangkitkan pemain yang stagnan. Ingat bagaimana dia mengubah Ramadhan Sananta di PSM dulu? Dari striker biasa jadi penyerang andalan timnas.
Di Persebaya, Bernardo sedang membangun tim dengan identitas baru: intensitas tinggi dan transisi cepat. Karakter Ragnar dinilai pas dengan gaya main seperti itu.
Di sisi lain, kalau dibandingkan dengan Persija, baik Persib maupun Persebaya dianggap punya proyek yang lebih stabil. Persib adalah juara bertahan dengan fondasi yang sudah matang. Sementara Persebaya, di bawah Bernardo, sedang menjalani rekonstruksi jangka panjang yang terstruktur, bukan proyek serampangan.
Stabilitas itu bisa jadi pertimbangan besar bagi Ragnar. Apalagi, yang dia butuhkan sekarang adalah menit bermain reguler sesuatu yang saat ini sulit didapatkannya di Belgia.
Memang, tren pemain keturunan ke Super League lagi panas-panasnya. Setelah Shayne Pattynama ke Persija dan Dion Markx ke Persib, Ragnar jadi salah satu nama yang paling dinanti pergerakannya. Masih ada juga nama-nama seperti Sandy Walsh atau Ivar Jenner yang terus disebut-sebut.
Tapi untuk kasus yang satu ini, spekulasi sudah terbuka lebar. Isyarat Bernardo Tavares ibaratnya membuka pintu, dan nama Ragnar Oratmangoen kini sudah ada di depan pintu itu.
Tinggal menunggu: apakah Persebaya akan benar-benar mengulurkan tangan dan membawanya pulang sebelum tanggal 6 Februari? Kita tunggu saja jawabannya.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares