Rem Blong di Jalur Menurun, Minibus Tabrak Tiang Listrik di Bromo, 11 Luka

- Minggu, 10 Mei 2026 | 10:30 WIB
Rem Blong di Jalur Menurun, Minibus Tabrak Tiang Listrik di Bromo, 11 Luka

Sebuah kecelakaan beruntun yang melibatkan empat minibus terjadi di jalur wisata Gunung Bromo, tepatnya di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (9/5/2026). Insiden yang diduga dipicu oleh kegagalan sistem pengereman atau rem blong ini mengakibatkan 11 orang mengalami luka-luka dan seluruh kendaraan mengalami kerusakan parah.

Dari total korban luka, enam di antaranya merupakan wisatawan mancanegara asal Singapura yang baru saja menyelesaikan perjalanan wisata di kawasan Gunung Bromo dan tengah dalam perjalanan pulang. Kejadian nahas ini menyita perhatian aparat kepolisian setempat yang langsung turun tangan melakukan penyelidikan.

Kronologi kecelakaan bermula ketika sebuah minibus yang membawa rombongan turis Singapura melaju di jalanan menurun. Sekitar 300 meter sebelum lokasi kejadian, sistem pengereman kendaraan tiba-tiba tidak berfungsi. Kondisi jalan yang curam membuat sopir kehilangan kendali atas laju kendaraan.

Dalam situasi genting itu, sopir melihat kerumunan warga yang sedang menggelar acara hajatan di depan jalur yang dilaluinya. Demi menghindari jatuhnya korban jiwa yang lebih banyak, sopir mengambil keputusan ekstrem dengan membanting setir dan menabrakkan kendaraannya ke tiang listrik.

"Sopir panik karena di depan ada orang hajatan, sehingga kendaraan diarahkan menabrak tiang listrik untuk menghentikan laju," ujar Yopi, pemandu wisata rombongan tersebut.

Benturan keras ke tiang listrik membuat tiga kendaraan minibus yang berada di belakangnya terkejut dan tidak sempat menghindar. Akibatnya, terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan total empat kendaraan. Dampak dari insiden ini tidak hanya dirasakan oleh rombongan turis Singapura, tetapi juga oleh penumpang kendaraan lain. Selain enam turis asing yang luka-luka beserta sopir dan pemandu wisata mereka, tiga penumpang Jeep Offroad juga mengalami cedera akibat tabrakan dari belakang. Seluruh kendaraan yang terlibat dilaporkan mengalami kerusakan di bagian depan dan belakang.

Penanganan medis segera dilakukan. Sebanyak sembilan korban langsung dilarikan ke Puskesmas Sukapura, sementara tiga korban lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Ar Rozy Probolinggo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Rata-rata korban mengalami luka memar dan robek, dan hingga saat ini masih menjalani observasi oleh tim medis.

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut. "Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan dan mendalami kasus ini, termasuk memeriksa kondisi teknis kendaraan yang terlibat," ujarnya. Proses investigasi terus berjalan untuk memastikan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap insiden ini.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar