Kebocoran Gas Amonia di Pabrik Es Sleman, Warga Mengungsi Akibat Sesak Napas

- Minggu, 10 Mei 2026 | 13:50 WIB
Kebocoran Gas Amonia di Pabrik Es Sleman, Warga Mengungsi Akibat Sesak Napas

Kebocoran gas yang diduga amonia di sebuah pabrik es kristal di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memicu kepanikan warga dan memaksa mereka mengungsi akibat sesak napas. Insiden yang terjadi pada Jumat (8/5) sekitar pukul 23.30 WIB itu pertama kali dirasakan oleh karyawan yang sedang bertugas di lokasi pabrik. Tim Gegana Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pun diterjunkan untuk menangani dan memeriksa sumber kebocoran.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan bahwa setelah kebocoran diketahui, pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Yogyakarta. Langkah ini diambil karena Damkar Kota dinilai memiliki peralatan dan metode yang sesuai untuk menangani kebocoran gas. “Kemudian dari pusdalops kami berkoordinasi dengan damkar Kota Jogja karena di damkar kota infonya punya cara atau alat untuk menangani bocornya itu,” ungkap Bambang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Raditya Kusuma Tejamurti, menyampaikan bahwa sejumlah warga yang mengalami kepanikan dan sesak napas telah menjalani pemeriksaan. Seluruh warga yang diperiksa di posko kesehatan dinyatakan sudah boleh kembali ke rumah masing-masing setelah kondisinya membaik. “Terdapat beberapa yang mengeluh sesak dan membutuhkan penanganan oksigen dengan saturasi awal kurang dari 95, setelah mendapatkan oksigenasi selama 30 menit keadaan membaik dan dipulangkan. Hingga saat ini sudah tidak ada pasien di posko,” imbuhnya.

Di sisi lain, Tim Gegana Polda DIY terus melakukan penyelidikan di lokasi kebocoran. Wakil Komandan Detasemen Gegana Brimob DIY, Kompol Edi Efiyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya mengerahkan dua tim yang bertugas dalam dua sesi pemeriksaan. “Ini penanganan kebocoran gas, cuma untuk kebocoran gasnya jenis apa baru kita teliti, baru kita tangani,” jelas Edi saat ditemui di lokasi pabrik pada Sabtu (9/5). Hingga berita ini diturunkan, proses identifikasi dan penanganan masih berlangsung untuk memastikan keamanan lingkungan sekitar.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags