Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh SMAN 1 Sambas. Sekolah menengah atas tersebut akan mewakili Provinsi Kalimantan Barat dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Agustus mendatang.
Keberhasilan ini diraih setelah SMAN 1 Sambas keluar sebagai juara pertama pada babak final LCC Empat Pilar tingkat provinsi yang digelar di Kota Pontianak. Pada pertandingan puncak, tim dari SMAN 1 Sambas berhasil mengungguli SMAN 1 Pontianak yang menempati posisi kedua, serta SMAN 1 Sanggau yang berada di urutan ketiga.
Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR, Agun Gunandjar Sudarsa, mengingatkan para pelajar untuk memanfaatkan waktu secara produktif dan menghindari aktivitas yang hanya akan menimbulkan penyesalan. Menurutnya, setiap individu memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan.
"Di usia ini, kalian rentan terhadap pengaruh buruk. Terutama era digital yang bisa menjerumuskan. Oleh karena itu teruslah belajar, karena pendidikan bukan semata hanya transfer ilmu tapi juga sikap dan karakter," kata Agun dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).
Agun menjelaskan bahwa Empat Pilar merupakan pondasi bagi bangsa di tengah arus globalisasi. Keragaman yang dimiliki Indonesia, lanjutnya, berpotensi menimbulkan perpecahan jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, diperlukan pemersatu yang mampu mengubah perbedaan menjadi kekuatan bersama.
"Empat Pilar harus menjadi ruh bagi bangsa Indonesia. Di dalamnya terdapat Pancasila yang berfungsi sebagai landasan nilai yang menentukan arah moral dan nilai, UUD NRI 1945 sebagai kerangka hukum, NKRI ruang hidup yang harus dijaga dan Bhineka Tunggal Ika adalah semangat pemersatu dari keragaman yang ada," ungkap Agun.
Dalam kesempatan tersebut, Agun juga meminta generasi muda tidak menjadikan jarak geografis sebagai hambatan. Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar bagi generasi muda di era modern justru berasal dari nilai-nilai asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Oleh sebab itu, Empat Pilar harus menjadi benteng yang melindungi mereka dari pengaruh negatif.
"Karena itu Empat Pilar tidak cukup hanya dihafal. Tetapi harus mengakar hingga ke dalam hati nurani, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Agun pun menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang. Ia berpesan agar mereka terus belajar dan berjuang, sebab yang akan diwakili di ajang nasional nanti bukan hanya nama sekolah, melainkan juga nama daerah.
Sebagai informasi, LCC Empat Pilar MPR RI tahun 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat diikuti oleh sembilan peserta yang lolos dari seleksi ketat di tingkat kabupaten dan kota. Dari total 137 sekolah yang berpartisipasi dalam seleksi awal, sembilan sekolah yang berhasil melaju ke babak provinsi adalah SMAN 1 Pontianak, SMAN 3 Singkawang, SMAN 1 Seponti, SMA Santo Paulus Pontianak, SMA Katolik Santo Paulus Pontianak, SMA Katolik Santo Petrus Pontianak, SMAN 1 Sambas, SMAN 1 Sanggau, MAS Darussalam Sengkubang, dan MAN 1 Sintang.
Acara pembukaan lomba dilakukan oleh Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA, yang ditandai dengan pemukulan gendang. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR Agun Gunandjar Sudarsa, anggota Badan Pengkajian MPR Alifudin, Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Staf Ahli Gubernur Yosafat Triadhi Andjioe, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat Syarief Faisal Idahmawah Alkadri.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi VI DRI Andre Rosiade Bantu Kursi Roda Elektrik dan Biaya Pengobatan Bocah Lumpuh Akibat Tumor di Padang Panjang
Menteri Lingkungan Hidup Dorong Sinkronisasi Pilah Sampah di Seluruh Daerah untuk Atasi Darurat Limbah Nasional
Sopir Kelelahan, Penumpang Gantikan Kemudi dan Picu Kecelakaan Beruntun di Bromo
12 Polisi Tewas dalam Serangan Bom Mobil dan Baku Tembak di Pakistan Barat Laut