Pemprov DKI Jakarta Resmi Luncurkan Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber Berlaku Serentak 10 Mei 2026

- Minggu, 10 Mei 2026 | 14:25 WIB
Pemprov DKI Jakarta Resmi Luncurkan Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber Berlaku Serentak 10 Mei 2026

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi meluncurkan gerakan pemilahan sampah dari sumbernya yang akan berlaku serentak mulai Minggu, 10 Mei 2026. Inisiatif ini menjadi bagian integral dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan ibu kota. Pencanangan gerakan tersebut digelar di kawasan Pedestrian Jalan HR Rasuna Said, depan Plaza Festival, Jakarta, dalam rangkaian acara menyambut HUT ke-499 Kota Jakarta. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan kampanye bertajuk “Jaga Jakarta Bersih: Gerakan Pilah Sampah.”

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa gerakan pemilahan sampah merupakan langkah fundamental untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini belum terselesaikan di Jakarta. Ia menyampaikan harapannya agar gerakan ini dapat dijalankan secara sungguh-sungguh dan berkelanjutan.

“Maka hari ini sesuai dengan instruksi Gubernur, kita akan mengadakan gerakan untuk pilah sampah. Saya meyakini dalam arahan dan juga kepemimpinan Bapak Menteri Lingkungan Hidup, mudah-mudahan persoalan pilah sampah ini bersama dengan Pak Menko Pangan, kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan serius menjadi gerakan baru bagi Jakarta untuk memilah sampah ini,” ujar Pramono dalam sambutannya di acara Pencanangan HUT ke-499 DKI, Minggu (10/5/2026).

“Dan harapan saya adalah mudah-mudahan persoalan sampah di Jakarta yang dari waktu ke waktu tidak pernah terselesaikan akan terselesaikan,” sambungnya.

Gerakan ini didasari oleh Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang mewajibkan setiap warga memilah sampah ke dalam setidaknya empat kategori, yaitu sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu. Aturan tersebut berlaku efektif secara serentak di seluruh wilayah kota administratif DKI Jakarta mulai 10 Mei 2026. Dengan pemilahan sejak dari sumber, pemerintah berharap beban pengelolaan sampah di hilir, termasuk di tempat pembuangan akhir, dapat berkurang secara signifikan.

Dalam kesempatan yang sama, warga juga mendapat edukasi mengenai pentingnya membiasakan memilah sampah sejak dari rumah. Salah satu perwakilan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menjelaskan bahwa gerakan ini tidak sekadar mendorong partisipasi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa sampah merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, pengolahan sampah harus dimulai dari hulu, yakni dari sumbernya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, gerakan ini menjadi tonggak penting dalam menjaga kebersihan dan kualitas hidup warga Jakarta.

“Ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Jakarta dalam menjaga kebersihan dan kualitas hidup warganya. Memang, Jakarta harus paling depan dalam memberikan contoh. Setelah dilantik oleh Presiden, kami sekarang sedang mempersiapkan roadmap pengelolaan sampah agar dalam dua tahun persoalan ini selesai di seluruh Indonesia,” ujar Jumhur.

Jumhur mengungkapkan bahwa Jakarta menghasilkan sekitar 8 ribu ton sampah per hari. Secara nasional, jumlah sampah yang dihasilkan mencapai sekitar 141 ribu ton per hari, dan 75 persen di antaranya belum terolah dengan baik. Ia menekankan bahwa gerakan pemilahan sampah harus diimbangi dengan penyediaan fasilitas yang memadai di lapangan.

“Namun, ini penting bagi pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Ketika masyarakat mau memilah sampah, kadang-kadang fasilitasnya belum tersedia di tempat-tempat pembuangan sampah. Karena itu, para bupati, gubernur, camat, hingga lurah harus memastikan gerakan pilah sampah bertemu dengan kebijakan penyediaan fasilitas yang memadai. Dengan begitu, pemilahan sampah dapat berjalan secara sempurna,” tutup Jumhur.

Pencanangan gerakan pilah sampah ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta menuju lima abad. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Pemprov DKI Jakarta, perwakilan pemerintah pusat, duta besar, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat umum. Melalui gerakan ini, Pemprov DKI Jakarta ingin mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang lebih bersih, tertata, dan berkelanjutan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar